Indonesia Masters: Ketut/Tania Gugur di Babak Kedua

16 Januari 2020 14:37 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah. Foto: Dok. PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah. Foto: Dok. PBSI
ADVERTISEMENT
Perjalanan Ni Ketut Istarani/Tania Oktaviani Kusumah di Indonesia Masters 2020 selesai. Laga babak kedua yang berlangsung pada Kamis (16/1/2020) tidak berakhir menyenangkan bagi ganda putri Indonesia ini.
ADVERTISEMENT
Mereka menelan kekalahan 13-21 dan 15-21 dari wakil Korea Selatan, Kim So-Yeong/Kong Hee-Yong, di atas Court 1 Istora Gelora Bung Karno.
Ketut/Tania kesulitan untuk lepas dari tekanan Kim/Kong di awal gim pertama. Masalah utama yang membuat Ketut/Tania tertinggal 3-7 bukan tidak bisa menyerang sama sekali. Ketertinggalan itu adalah buah kesalahan individu yang berulang.
Salah satu contohnya adalah smash jauh Ketut yang membenturkan shuttlecock ke net. Hampir di seluruh paruh pertama gim pertama, Kim/Kong memaksa Ketut/Tania untuk berduel pukulan panjang.
Begitu Ketut/Tania nyaman dengan bola-bola panjang, Kim/Kong akan menyentak. Seringnya serangan tadi divariasikan dengan pukulan yang menyasar depan net sehingga Tania harus mengambil posisi lebih ke tengah.
Ganda Putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Tania Oktaviani Kusumah, pada pertandingan Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Cara ini tidak selamanya sukses bagi Kim/Kong. Mereka juga kehilangan angka karena shuttlecock out saat berusaha menutup reli dengan menempatkan shuttlecock di depan net. Kesalahan itu membuat skor bergeser jadi 5-10. Yep, Ketut/Tania memang tertinggal jauh.
ADVERTISEMENT
Kalau kondisi sudah begini tidak ada cara selain menekan balik. Ketut/Tania mengubah skor jadi 8-12 lewat rangkaian smash. Ketut menghentak dengan tubian jumping smash yang akhirnya tidak dapat dikembalikan Kim.
Masalahnya, Kim/Kong kian agresif. Keunggulan mereka semakin lebar. Serangan mereka sulit ditemukan celahnya. Rangkaian smash yang dilepas secara bergantian oleh keduanya saat memimpin 17-10 tidak hanya membuat Tania terjatuh, tetapi juga membuat ganda putri Indonesia ini kembali kehilangan poin.
Ketut/Tania bisa menghambat laju Kim/Kong sesaat ketika game point. Namun, gim pertama tetap saja selesai dengan kemenangan 21-13 untuk Kim/Kong.
Gim kedua dibuka dengan perlawanan ketat Ketut/Tania. Skor sempat imbang 3-3. Namun, setelahnya, Kim/Kong kembali menemukan keleluasaan untuk menjauh. Keunggulan 7-3 diraih ganda Korea Selatan ini begitu pengembalian Ketut/Tania gagal memindahkan shuttlecock dari bidang permainan sendiri.
ADVERTISEMENT
Tertinggal 5-11, Ketut/Tania belum bisa membereskan permainan mereka sendiri dari eror. Sesekali angka bisa diraih, termasuk saat Kim/Kong salah berkoordinasi untuk menerima pukulan lob Tania. Alih-alih mengejar shuttlecock, keduanya malah mendiamkan sehingga menggeser kedudukan jadi 8-13.
Namun, performa seperti itu belum cukup untuk menghentikan Kim/Kong. Eror demi eror Ketut/Tania ditambah agresivitas permainan sendiri membawa Kim/Kong unggul jauh, mulai dari 16-11, 18-21, sampai match point 20-13.
Pengembalian lawan dua kali membuahkan eror saat match point sehingga skor bergeser jadi 15-20. Namun, itu hanya hambatan sesaat karena pada akhirnya smash jauh Ketut membuat shuttlecock jatuh ke belakang garis. Dengan begitu, gim kedua tuntas dengan kekalahan 15-21 Ketut/Tania.