Indonesia Open 2019: Fajar/Rian Bertekad Putus Tren Negatif

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fajar Alfian (kiri), dan Muhammad Rian Ardianto (kanan) pada sesi konferensi pers di Istora. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fajar Alfian (kiri), dan Muhammad Rian Ardianto (kanan) pada sesi konferensi pers di Istora. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan

Performa Fajar Alfian/Muhammd Rian Ardianto sempat dipertanyakan. Pasalnya, hasil yang mereka dapatkan di Australia Terbuka dan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 kurang memuaskan.

Pada kedua ajang itu, Fajar/Rian tak pernah melangkahkan kakinya hingga perempat final apalagi ke partai pemungkas. Pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia, Fajar/Rian hanya sampai babak kedua, sedangkan di Australia terbuka, mereka gagal lolos dari babak pertama.

Setelah melewati periode suram itu, Fajar mengaku sudah berkomunikasi dengan Rian untuk menjadikan Indonesia Open 2019 sebagai momentum kebangkitan. Hasil yang didapat pun ciamik, mereka mampu melewati adangan ganda putra anyar China, Huang Kai Xiang/Liu Cheng.

Bertarung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (17/7/2019), Fajar/Rian menang, meskipun sempat tersungkur di gim pertama. Keduanya menundukkan Huang/Liu dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-17.

“Memang, sih, akhir-akhir ini di dua turnamen sebelumnya selalu kalah di babak pertama dan kedua. Ya, kami sudah berbicara bagaimana caranya di Indonesia Open supaya bisa menjadi titik baliknya,” kata Fajar di sesi konferensi pers.

kumparan post embed

“Di Australia Terbuka dan Kejuaraan Asia, kami benar-benar tampil kurang mamsimal. Makan, kami di sini ingin benar-benar ingin fokus untuk tampil lebih baik,” tuturnya menambahkan.

Pada babak kedua Indonesia Open 2019 nanti, Fajar/Rian tinggal menunggu pemenang laga Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan) vs Attri Manu/Reddy Sumeeth (India). Kendati calon lawannya nanti adalah non-unggulan turnamen, Fajar/Rian menegaskan masih harus memperbaiki beberapa aspek.

“Untuk pertandingan tadi di gim pertama kami sempat terbawa permainan lawan yang memainkan banyak bola panjang dan kami kurang sabar sehingga masih terbawa permainan mereka. Tapi, di gim kedua kami coba lebih mengontrol permainan,” jelas Fajar.

“Kalau dari faktor di luar lapangan tidak ada. Tapi, saat di dalam lapangan dari segi servis, power-nya harus lebih bagus lagi. Apalagi ini kan sudah masuk pengumpulan poin untuk Olimpiade, jadi harus main lebih maksimal,” kata Rian.