Ingin Wujudkan Mimpi Kakek yang Meninggal Sebulan Sebelum Audisi Umum PB Djarum

Kisah haru datang dari atlet bulu tangkis peserta Audisi Umum PB Djarum 2026. Ia adalah Karenina Putri Inka Azzahra dari KU-12. Keberhasilannya menembus tahap karantina sebagai kado mewujudkan mimpi sang kakek yang telah meninggal.
Karenina pertama kali mengenal bulu tangkis dari sang kakek. Mimpi sang kakek untuk melihat cucunya menjadi atlet bulu tangkis berhasil diwujudkannya. Sayangnya, sang kakek sekitar sebulan yang lalu wafat.
"Kakek yang pertama kali menyuruhku badminton. Aku pertama kali pegang raket saat PAUD sekitar umur lima tahun, sekarang sudah umur 12 tahun," katanya, Minggu (13/9).
Ia mengidolakan Chen Yufei, pebulu tangkis tunggal putri asal China. Nama Chen Yufei dikenalnya juga dari sang kakek.
"Almarhum kakek ingin saya menjadi Chen Yufei. Dari situ saya berkeinginan mewujudkan mimpi kakek," terangnya.
Rasa sedih sepeninggal kakeknya dirasakannya. Namun, di satu sisi dirinya berhasil mewujudkan mimpi sang kakek menjadi pebulu tangkis. Ia memang sedih sang kakek meninggal tapi itu juga dijadikannya motivasi ekstra.
"Jadi motivasi juga buat saya mewujudkan mimpi kakek," imbuhnya.
Pada pengumuman Audisi Umum PB Djarum 2026 ini, nama Karenina Putri Inka Azzahra dari KU-12 Putri dinyatakan lolos karantina. Ia masuk ke dalam 36 nama yang melaju ke tahap karantina.
Sebanyak 36 atlet hasil audisi di Kabupaten Kudus dinyatakan lolos ke tahap karantina. Mereka terdiri dari 18 atlet putra dan putri yang lolos melalui jalur turnamen di tiga kelompok usia yakni U-11, KU 11 dan KU 12 baik putra dan putri. Sementara 18 atlet lainnya memperoleh Super Tiket .berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum.
