Ini Komentar Floyd Mayweather Jr. Usai Gagal Bikin KO Logan Paul

7 Juni 2021 13:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Floyd Mayweather melawan Logan Paul selama pertandingan tinju eksibisi di Hard Rock Stadium di Miami Gardens, Florida, Minggu (6/6). Foto: Jasen Vinlove-USA TODAY Sports via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Floyd Mayweather melawan Logan Paul selama pertandingan tinju eksibisi di Hard Rock Stadium di Miami Gardens, Florida, Minggu (6/6). Foto: Jasen Vinlove-USA TODAY Sports via Reuters
ADVERTISEMENT
Floyd Mayweather Jr. tak mampu membuat Logan Paul KO saat keduanya bertemu dalam laga ekshibisi di The Hard Rock Stadium, Senin (7/6). Paul memaksa Mayweather bertarung delapan ronde.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Paul punya keunggulan dibanding Mayweather melakoni pertarungan itu. YouTuber itu unggul dalam hal tinggi dan berat badan dibanding Mayweather.
Dalam bertinju atau olahraga semacamnya, perbedaan tinggi dan berat badan sangat diperhatikan. Di pertarungan profesional, hal semacam ini bisa membuat duel tidak seimbang.
Namun, Mayweather menunjukkan bahwa fisik bukan segalanya. Di atas ring, petinju berusia 44 tahun itu membuat Paul yang jauh lebih muda babak belur. Meski dia gagal membuat Paul KO.
"Saya bersenang-senang saja di pertarungan. Anda harus sadar bahwa saya sudah tidak 21 lagi. Tetapi, sangat baik untuk bisa beraksi bersama para pemuda ini," kata Mayweather usai duel, dikutip MMA Fighting.
"Dia petarung muda yang hebat. Dia jauh lebih hebat dari yang saya duga. Dia juga lawan yang sulit. Itu pertarungan yang bagus dan menyenangkan. Dia membuat saya terkejut malam ini," lanjutnya.
Floyd Mayweather melawan Logan Paul selama pertandingan tinju eksibisi di Hard Rock Stadium di Miami Gardens, Florida, Minggu (6/6). Foto: Jasen Vinlove-USA TODAY Sports via Reuters
Mayweather menunjukkan bahwa pengalaman dan kemampuan sangat penting dalam tinju. Dia tampil elegan dan membiarkan Paul aktif menyerang di ronde-ronde awal.
ADVERTISEMENT
Akibat itu, Paul pun kelelahan. Di Ronde ketiga, Paul tampak sangat berkeringat dan beberapa kali kehabisan napas. Buntutnya, Paul cuma bisa melakukan clinch di ronde-ronde terakhir.
Menariknya, Paul pun merasa heran ia tidak tumbang KO melawan Mayweather. Pikiran bahwa Mayweather sengaja tidak menghabisinya di atas ring muncul di benak Paul.
"Saya pulang ke rumah dan berpikir, apakah Floyd membiarkan saya selamat," ucap Paul.
"Dia adalah salah satu petarung terbaik. Dia punya peran besar dalam olahraga ini dan adalah kehormatan besar bisa ada di atas ring dengan dia," sambungnya.