Ini Peran Masing-masing Pebulu Tangkis Indonesia dalam Kasus Match Fixing

kumparanSPORTverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pertandingan bulu tangkis. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertandingan bulu tangkis. Foto: Reuters

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi menjatuhkan hukuman kepada delapan pebulu tangkis asal Indonesia. Mereka didakwa dengan tuduhan pengaturan skor (match fixing).

Tiga di antaranya dijatuhi hukuman larangan berkecimpung di dunia bulu tangkis seumur hidup. Sementara, lima lainnya dihukum skorsing masing-masing antara 6 hingga 12 tahun.

Selain itu, BWF juga menjatuhkan sanksi denda antara USD 3.000 (sekitar Rp 42 juta) hingga USD 12.000 (sekitar Rp 168 juta) kepada para pelaku.

Bulu Tangkis (Ilustrasi) Foto: Reuters/Russell Cheyne

Ya, besarnya hukuman yang dijatuhkan kepada para pemain memang berbeda-beda. Sebab, menurut laporan BWF, kedelapan pemain tersebut punya peran yang beragam.

Berikut kumparan sajikan beberapa faktor yang menjadi acuan BWF dalam menentukan besarnya hukuman pemain;

Hendra Tandjaya (HT) - Skorsing Seumur Hidup

  • Memanipulasi langsung atau difasilitasi pihak lain dalam 10 pertandingan

  • Berusaha memanipulasi 4 pertandingan

  • Mendapat keuntungan dari manipulasi tersebut

  • Bertaruh dalam pertandingan bulu tangkis di periode tertentu

Ivandi Danang (ID) - Skorsing Seumur Hidup

  • Membiayai manipulasi pertandingan (match fixing) HT

  • Mencoba ikut memanipulasi 2 pertandingan

  • Bertaruh dalam pertandingan bulu tangkis di periode tertentu

  • Terlibat dalam taruhan bulu tangkis dengan HT

Androw Yunanto (AY) - Skorsing Seumur Hidup

  • Match fixing 4 pertandingan

  • Mendapat keuntungan dari manipulasi pertandingan

  • Tidak melaporkan upaya HT dalam memanipulasi pertandingan

  • Bersedia bekerja sama dengan tim investigasi BWF

Sekartaji Putri (SP) - Skorsing 12 Tahun & Denda Rp 168 Juta

  • Match fixing 2 pertandingan

  • Mendapat keuntungan dari manipulasi pertandingan

  • Tidak melaporkan upaya HT dalam memanipulasi pertandingan

  • Tidak bekerja sama dengan tim investigasi BWF

Mia Mawarti (MM) - Skorsing 10 Tahun & Denda Rp 140 Juta

  • Match fixing 1 pertandingan

  • Mendapat keuntungan dari manipulasi pertandingan

  • Tidak melaporkan upaya HT dalam memanipulasi pertandingan

  • Tidak bekerja sama dengan tim investigasi BWF

Fadilla Afni (FA) - Skorsing 10 Tahun & Denda Rp 140 Juta

  • Match fixing 1 pertandingan

  • Mendapat keuntungan dari manipulasi pertandingan

  • Tidak melaporkan upaya HT dalam memanipulasi pertandingan

  • Tidak bekerja sama dengan tim investigasi BWF

Aditiya Dwiantoro (AD) - Skorsing 7 Tahun & Denda Rp 98 Juta

  • Match fixing 2 pertandingan

  • Mendapat keuntungan dari manipulasi pertandingan

  • Tidak melaporkan upaya HT dalam memanipulasi pertandingan

  • Bersedia bekerja sama dengan tim investigasi BWF

Agripinna Prima (AP) - Skorsing 6 Tahun & Denda Rp 98 Juta

  • Bertaruh dalam pertandingan bulu tangkis di periode tertentu

  • Terlibat dalam taruhan bulu tangkis dengan HT

  • Bersedia bekerja sama dengan tim investigasi BWF

---

embed from external kumparan

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.