Bola & Sports
·
3 Mei 2021 18:35

Ini Target Satria Duta di Turnamen Catur Piala Ketua MPR

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Target Satria Duta di Turnamen Catur Piala Ketua MPR (697745)
searchPerbesar
Satria Duta, pemain catur cilik. Foto: Istimewa/Dok Pribadi Keluarga Duta Satria
Satria Duta akan mentas di turnamen catur bertajuk Piala Ketua MPR, Juni mendatang. Dalam turnamen tersebut, beberapa pecatur bergelar master juga akan turut serta.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Satria Duta tak memiliki target yang muluk di turnamen tersebut. Yang terpenting, Satria Duta bisa mengasah bakatnya dan memberikan jam terbang yang lebih melawan pecatur-pecatur hebat Tanah Air.
"Targetnya saat ini hanya menambah pengalaman dan bisa menunjukkan permainan terbaik. Kami berterima kasih pada Percasi yang memberikan kesempatan ini," ucap Ayah dari Satria Duta, Aar Sumardiono saat berbincang dengan kumparan, Senin (3/5).
Kendati demikian, pihak Satria Duta belum tahu mengenai sistem dari turnamen tersebut. Akan tetapi, dirinya akan bersiap semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Ini Target Satria Duta di Turnamen Catur Piala Ketua MPR (697746)
searchPerbesar
Satria Duta, pemain catur cilik. Foto: Istimewa/Dok Pribadi Keluarga Duta Satria
"Sistemnya kami belum tahu. Biasanya menggunakan sistem Swiss, jadi ada xx babak (misalnya 9 babak) yang akan menentukan juara dan ranking peserta," ucap Aar.
ADVERTISEMENT
"Untuk persiapan, saat ini Duta terus berlatih catur minimal 5 jam per hari. Uji coba saat ini dilakukan melalui pertandingan dan turnamen online," tutupnya.
Sebelumnya, nama Satria Duta mencuat usai menjadi pecatur termuda yang mengalahkan Gothamchess melalui Chess.com. Dalam satu kesempatan, Gothamchess bahkan tak segan memuji Satria dan memprediksinya akan menjadi GM Indonesia selanjutnya.
"Pecatur muda (Satria Duta) yang brilian dari Indonesia ini berpotensi menjadi Grandmaster besar berikutnya. Saya berharap yang terbaik untuk Satria dan keluarganya. Saya pun berharap dia bisa menjadi pecatur nomor 1 di negaranya," ujar Levy ketika itu.
***