Israel Disebut Telah Bunuh 85 Atlet Palestina selama 7 Oktober-6 Desember
·waktu baca 2 menit

Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengatakan, dalam periode 7 Oktober hingga 6 Desember 2023, Israel telah membunuh 85 atlet Palestina. Sebanyak di antaranya adalah 55 pemain sepak bola dan 30 atlet lain dari cabang olahraga lainnya.
Korban jiwa tidak hanya di Gaza, melainkan juga di Tepi Barat. Menurut laporan PFA pada Kamis (14/12), yang juga dilansir WAFA, pasukan penjajah Israel dalam agresi berkelanjutan di wilayah utara dan selatan Palestina menargetkan fasilitas olahraga.
Pasukan Israel melakukan pemboman yang menyebabkan hancurnya 9 fasilitas olahraga, 4 di Tepi Barat dan 5 di Jalur Gaza. Mereka juga mengincar nyawa para pemain sepak bola, presiden klub, administrator, wasit, dan atlet lain.
Para pemain sepak bola yang terbunuh termasuk 18 anak-anak dan 37 remaja, termasuk dua orang di Tepi Barat, sementara 4 pemain lainnya terluka di Jalur Gaza. Pasukan Israel juga menahan tiga 3 di Tepi Barat, sementara jumlah di Jalur Gaza tidak terbatas mengingat jumlah orang hilang di sana.
Kabar terbaru, Israel tetap akan melanjutkan serangan di Jalur Gaza dengan atau tanpa dukungan internasional. Pasukan penjajah pun menyatakan tidak ada yang bisa menghentikan mereka mencapai kemenangan dalam misi menghancurkan Hamas.
"Kami akan melanjutkannya sampai akhir. Tidak ada keraguan sama sekali. Sampai kemenangan, sampai kehancuran Hamas — bahkan di bawah tekanan internasional," ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pernyataan video yang dirilis kantornya, Rabu (13/12).
"Tidak ada yang akan menghentikan kami," tambahnya.
Dunia internasional telah menekan Israel dan Amerika Serikat, serta lembaga internasional seperti PBB untuk segera mengakhiri agresi di Jalur Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, sejak 7 Oktober lalu sejumlah 18.608 orang Palestina telah tewas dan 50.594 lainnya luka-luka.
