Jangan Bebani Zohri dengan Target Emas 100 Meter di Asian Games 2018

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lalu Zohri disambut Kemenpora di Soetta (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lalu Zohri disambut Kemenpora di Soetta (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Indonesia kini memiliki idola baru, siapa lagi kalau bukan pelari tercepat dunia di bawah usia 20 tahun. Lalu Muhammad Zohri namanya. Ia baru saja merengkuh emas 100 meter putra di World U-20 Championships Finlandia.

Publik pun makin jemawa jelang Asian Games 2018 Agustus mendatang. Torehan emas sekaligus cetakan sejarah baru dari cabang olahraga atletik itu dianggap menjadi modal cukup untuk 'berbicara' di Asian Games.

Namun, publik terlalu cepat meloncat ke euforia, ingar-bingar, dan gemerlap status juara dunia Zohri. Ingatlah, ia juara dunia U-20 dan merupakan atlet junior di pemusatan latihan nasional (pelatnas) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Lawan-lawannya nanti di Asian Games adalah atlet senior dengan jam terbang dan pengalaman mumpuni dari berbagai turnamen dunia. Catatan waktu 10,18 detik Zohri yang mengantarkan emas di Ratina Stadium, Kota Tampere, Finlandia itu pun masih cukup jauh ketimbang pemilik rekor 100 meter di Asian Games, Femi Seun Ogunode (Qatar) dengan waktu 9,93 detik pada 2014.

Berbicara Asia, China yang mengukuhkan rekor lewat catatan waktu 9,91 detik milik Su Bingtian. Jauh menilik rekor dunia, ada si super cepat Usain St. Leo Bolt yang pernah menorehkan waktu 9,58 detik saat IAAF World Championships 2009 di Jerman.

Usain 'Lightning' Bolt juga menyegel rekor di Olimpiade saat dengan waktu 9,63 detik di London pada 2012. Adapun di level yang sama, catatan 10,18 detik Zohri juga cukup jauh dengan pemilik rekor 100 meter U-20, Anthony Schwartz (Amerika Serikat) dengan waktu 10,09 detik.

Jadi, dengan peta persaingan alot di Asian Games nomor 100 meter, Zohri akan fokus mengejar emas nomor estafet 4x100 meter di multievent yang dibuka 18 Agustus 2018 itu. Asa itu ada lewat emas di test event Februari lalu, saat Zohri tampil bersama Fadlin, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby.

Lalu M. Zohri di nomor estafet 4x100 meter bersama Fadlin, Eko, dan Yaspi Boby saat test event Asian Games Februari 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lalu M. Zohri di nomor estafet 4x100 meter bersama Fadlin, Eko, dan Yaspi Boby saat test event Asian Games Februari 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)

"Rencana jangka panjang tedekat ada Asian Games, tapi harap diingat di sana Zohri bertemu atlet senior jauh berpengalaman. Rata-rata di bawah 10 detik, jadi Zohri tak akan dibebani target (emas)," ucap Sekretaris Jenderal PASI, Tigor Tanjung.

"Jadi serahka saja agar Zohri mengikuti program pelatih. Zohri juga turun di estafet 4x100 meter putra, disitulah lebih berpeluang medali," imbuhnya dalam seremoni penyambutan Zohri di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (17/7) malam itu.