Jangan Harap Kyrgios Meminta Maaf atas Ulahnya di Laga Melawan Nadal

Di hadapan Rafael Nadal, Nick Kyrgios tidak bersalin rupa. Ia tetap menjadi petenis bengal dan gemar bersungut-sungut. Ia masih menjadi petenis yang berulang kali memprotes wasit serta menampilkan aksi nyeleneh yang memunculkan dua efek: Menyenangkan dan mengesalkan.
Ketika memimpin 40-0 di gim delapan set pertama, Kyrgios berulah. Ia kembali melakukan under-arm service-nya yang terkenal itu. Secara sederhana under-arm service bisa diartikan sebagai servis yang dilakukan dari bawah. Gerakannya mirip dengan servis pada bulu tangkis, tapi dieksekusi dari area baseline sehingga kemungkinan besar akan menyasar depan net.
Tentu saja Nadal tak siap dengan manuver Kyrgios yang satu ini. Petenis asal Spanyol itu terlanjur mengambil posisi di area baseline sehingga tak punya waktu mengejar bola yang jatuh di depan net. Gim itu berhasil dimenangi oleh Kyrgios, kedudukan pun bergeser menjadi 4-5.
Meski Nadal masih unggul, Kyrgios menipiskan jarak. Aksi pertamanya ini tak memancing gerutu lawan maupun penonton. Lewat tayangan ulang kita akan menyaksikan Nadal tertawa ringan atas ulah lawannya yang satu itu. Begitu pula dengan penonton. Aksi sang jagoan Australia itu memancing gelak tawa seantero penyaksi di Centre Court pada Kamis (4/7/2019).
Tapi, bukan Kyrgios namanya jika berulah sekali sudah cukup. Under-arm service kembali dilakoninya di set kedua. Ketika itu, Kyrgios memimpin 3-1. Berbeda dengan kali pertama, percobaan kedua ini gagal.
Nadal memang bisa mengembalikan servis itu, tapi unforced error membuatnya gagal merengkuh poin. Alhasil, Kyrgios memimpin 4-1. Meski demikian, kali ini penonton tak terhibur dengan aksi Kyrgios. Alih-alih puja-puji, Kyrgios justru disoraki penonton.
Nadal juga melemparkan kritik kepada Kyrgios yang dinilainya melepaskan pukulan-pukulan yang kelewat berbahaya. Dalam artian, pukulan tersebut tidak cuma bertujuan mencari angkat, tetapi seperti sengaja mencederai lawan.
"Pukulan itu tidak berbahaya untuk saya, tapi berbahaya untuk hakim garis dan penonton. Ketika kamu memukul bola dengan cara seperti itu, kamu tidak akan bisa mengendalikan arah bola," jelas Nadal, dilansir BBC.
"Saya tahu dia talenta besar, tapi saya juga pemain profesional. Saya tahu benar, cara memukul bola seperti itu bisa membuat bola bergerak liar," ucap Nadal.
Di sisi lain, Kyrgios menyebut bahwa pukulannya itu memang sengaja untuk menyerang Nadal. Entahlah ia memang jujur atau hanya sedang menyindir. Yang pasti, Kyrgios menolak meminta maaf.
"Kenapa saya harus meminta maaf? Saya tidak menyerangnya. Saya menyasar raketnya. Coba jelaskan kenapa saya harus minta maaf? Saya memenangi poin. Begini, orang itu menjuarai banyak gelar Grand Slam, berapa banyak uangnya di bank?" ujar Kyrgios
"Saya pikir, ia bisa saja sengaja mengarahkan bola itu ke dadanya. Saya tidak akan meminta maaf. Ya, saya menyasarnya. Saya ingin menyerangnya tepat di dada," ucap Kyrgios.
Terlepas dari sepanjang apa omelan Kyrgios, pada akhirnya Nadal juga yang berhak melangkah ke babak ketiga tunggal putra Wimbledon 2019 melawan Jo-Wilfried Tsonga. Kemenangan 6-3 3-6 7-6 (7-5) 7-6 (7-3) atas Kyrgios itu tak cuma menguras energi, tapi juga emosi. Maka, tak ada cara untuk merayakannya selain melompat dan berteriak, lalu mengajak para penonton untuk menyambut kemenanganmu dengan meriah.
