Jeda All-Star yang Membuat Boston Celtics Kembali Sangar

kumparanSPORTverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana bench pemain Boston Celtics. (Foto:  Bob DeChiara-USA TODAY Sports via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana bench pemain Boston Celtics. (Foto: Bob DeChiara-USA TODAY Sports via Reuters)

Sempat tampil menjanjikan di awal musim NBA, Boston Celtics mulai tampil angin-anginan, khususnya di bulan Januari dan Februari 2018. Total sembilan kekalahan diderita Celtics selama dua bulan tersebut. Catatan ini bahkan lebih buruk dari jumlah kekalahan mereka pada Oktober-Desember 2017 yang hanya berjumlah 10.

Sebelum gelaran NBA All-Star pada 18 Februari lalu, Celtics juga mencatatkan rekor buruk dengan menelan tiga kekalahan beruntun. Namun, semenjak All-Star break atau jeda istirahat setelah pertandingan NBA All-Star, kondisi skuat besutan Bard Stevens perlahan membaik.

Teranyar ini Celtics mampu mengalahkan Charlotte Hornets pada Kamis (1/3) pagi WIB dan dengan kemenangan itu, Celtcis tercatat sudah meraih empat kemenangan beruntun sejak jeda All-Star.

Apiknya penampilan Celtics yang seolah terlahir kembali, dan itu diyakini oleh Kyrie Irving karena waktu istirahat yang menjadi titik balik bagi Celtics untuk mengembalikan fokus mereka mengarungi sisa pertandingan di musim reguler 2017/18.

"Kami ingin memanfaatkan jeda All-Star untuk kembali membuat tubuh dan pikiran fokus dan siap di pertandingan selanjutnya. Kini, tingkat kefokusan kita sudah berubah. Semua orang sudah kembali fokus dan paham target apa yang coba kami dapatkan," kata eks pemain Cleveland Cavaliers itu, dilansir ESPN.

Irving sendiri mengalami peningkatan di segi permainan dalam empat laga terakhi. Pemain berusia 25 tahun itu rata-rata memasukkan 27,0 poin dari rata-rata bermain selama 283 menit dengan akurasi tembakan mencapai 58,2%.

Marcus Morris pun merasakan hal perubahan yang sama tengah terjadi di kubu Celtics setelah jeda All-Star. Menurut pemain berusia 28 tahun itu, rasa jenuh memang bisa menjadi salah satu faktor yang membuat performa tim menurun.

X post embed

"Setiap orang butuh istirahat. Ini tidak selalu soal bermain basket. Istirahat adalah salah satu aspek perbaikan mental. Anda bisa bertemu keluarga, punya kesempatan untuk tidak terus memikirkan basket. Terkadang orang-orang tidak melihat sisi ini," kata eks pemain Detroit Pistons itu.

"Terutama untuk para pemain muda yang belum pernah berada di situasi seperti ini--berpindah-pindah hotel, menjalani gim demi gim. Saya rasa jeda istirahat sangat membantu mereka untuk mengambil nafas kembali dan menatap langkah menunju babak play-off," pungkasnya.

Well, musim reguler memang tinggal menyisakan 19 pertandingan lagi untuk Celtics. Namun, langkah mereka tak akan mudah untuk mengejar Toronto Raptors di posisi puncak Wilayah Timur. Apalagi, pada Sabtu (3/3) WIB, Celtics akan menghadapi Houston Rockets. Oleh karena itu Irving menegaskan tetap akan fokus dan memperbaiki permainannya di sisa pertandingan yang ada.

"Untuk urusan membuat peluang, saya akan mencoba lebih agresif di beberapa area. Saya mungkin tipe pemain yang lembut dan lebih mengandalkan pick-and-rolls serta tembakan tripoin dalam menyerang. Namun, ketika saya bertahan, itu akan lebih berharga dan bisa memberi peluang untuk teman saya. Saya akan bermain sebaik mungkin dalam bertahan dan menyerang untuk memenangi tiap pertandingan," tutup Irving.