Jika Luis Leeds Memilih Indonesia, di Mana Tempat Latihannya?

Luis Leeds kian mantap memilih Indonesia. Di sisi lain, Indonesia menyambut baik. Pemerintah melalui Kemenpora menyatakan siap mendukung pebalap berusia 19 tahun itu untuk mencapai ambisinya beradu cepat di Formula 1 (F1).
Selanjutnya tinggal menunggu waktu. Tapi seiring dengan itu, pertanyaan besar muncul ke permukaan: Jika Luis telah resmi menjadi Indonesia seutuhnya, di mana ia akan berlatih?
Indonesia, seperti yang kamu tahu, tak memiliki infrastruktur atau lintasan khusus untuk balap mobil yang memadai. Maka satu-satunya hal yang lantas bisa diambil sebagai jawaban adalah berlatih di luar negeri.
Sebutlah Sirkuit Sepang di Malaysia hingga Chang Internasional di Singapura yang jaraknya tak begitu jauh dari Indonesia. Atau, bisa saja Luis tetap di Australia, tempatnya memulai karier balap mobil.
Hal tersebut juga diamini oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. Pada Rabu (20/11/2019) pagi WIB, ia turut hadir dalam wawancara khusus bersama Luis dan ibunya, Maria Leeds, di kantor kumparan.
"Kalau untuk infrastruktur, kami enggak perlu gengsi ya, misalnya Luis latihannya tetap di Australia atau di Sepang (Malaysia) atau di Singapura. Kami enggak perlu gengsi. Karena memang faktanya belum ada infrastruktur yang bagus untuk itu," kata Gatot.
Indonesia sebetulnya tengah serius menggarap lintasan balap. Itu adalah Mandalika. Namun, lintasan ini rencananya disiapkan secara khusus untuk MotoGP saja pada 2021 mendatang. Soal F1, pemerintah belum mengarahkan pandangannya ke sana.
Akan tetapi, "Siapa tahu misalnya pihak F1 menilai bahwa Mandalika layak untuk menggelar F1, kenapa tidak?" Gatot menambahkan. Apalagi jika Luis benar-benar bisa menembus dan berprestasi di F1 dalam beberapa tahun ke depan.
"Tapi so far, begitulah. Sekarang hilangkan ego nasionalisme dulu. Enggak apa-apa Luis latihan di mana, karena memang idealnya begini," ungkap Gatot.
Lagi pula, kata dia, sejumlah pembalap ternama F1 macam Lewis Hamilton juga tak berlatih di negara sendiri. Ini bisa menjadi patokan buat Luis.
"Timnya, McLaren, kemudian tim-tim yang lain. Itu mereka enggak berpandangan sempit harus latihan di negaranya sendiri. Sekarang juga eranya global," ujar Sesmenpora.
