Juara Denmark Open, Jonatan Christie Cerita Perjuangan Lawan Sakit

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat bertanding di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Foto: Dok. PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat bertanding di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Foto: Dok. PBSI

Jonatan Christie berhasil membuat Indonesia membawa satu gelar juara Denmark Open. Pada Minggu (19/10) kemarin, ia menang di partai final atas Shi Yu Qi (China) dengan skor 13-21, 21-15, 21-15.

Gelar ini merupakan gelar juara kedua bagi Jojo, sapaan akrabnya, di tahun 2025. Sebelumnya, ia juga berhasil memenangi nomor tunggal putra di Korea Open.

Usai memenangi final Denmark Open, Jojo bercerita tentang perjuangannya, terutama perjuangan melawan rasa sakit. Jojo diketahui memiliki cedera yang sudah ia lama dapatkan sejak Asian Games 2018, namun sudah membaik.

"Gelar juara Denmark pastinya bukan hanya sekadar juara tetapi ini adalah hasil dari proses beberapa bulan belakangan ini yang enggak mudah buat saya," kata Jonatan Christie.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat bertanding di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Foto: Dok. PBSI

"Ada beberapa problem di badan saya, yang pelan-pelan saya harus balikin kondisinya dulu, balikin sakit-sakitnya dulu dan sampai akhirnya hasilnya bisa mengikuti di dua pertandingan belakang ini," lanjutnya.

Jojo juga bersyukur bisa meraih kemenangan di partai final. Ia menilai Shi Yu Qi merupakan lawan tangguh yang sulit untuk dikalahkan.

"Puji Tuhan bisa kembali juara di super 750 dan lawan Shi Yuqi selalu tidak mudah karena dia pemain yang sangat matang tetapi saya melakukan semaksimal yang saya bisa karena di sini kondisinya menang angin, kalah angin juga jadi ya strateginya sangat berpengaruh," ujarnya.