kumparan
20 Oktober 2019 21:46

Kalahkan Ahsan/Hendra, Marcus/Kevin Jadi Kampiun Denmark Open 2019

Ahsan/Hendra
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Foto: Oli SCARFF / AFP
Herry Iman Pierngadi menatap duel puncak Denmark Open 2019 dengan semringah sambil minum kopi. Tugasnya sudah 'selesai' meki kompetisi belum usai. Ia dipastikan meninggalkan Denmark dan berangkat ke Prancis dengan gelar juara.
ADVERTISEMENT
Dua ganda putra asuhannya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, bertemu di partai pemungkas.
Yang bisa tersenyum santai tentu cuma Herry IP. Tidak demikian dengan Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra. Gelar juara tetap menjadi target siapa pun yang bertanding, tak peduli siapa yang menjadi lawan.
Final Denmark Open 2019 belum menjadi anomali untuk All-Indonesian Final sektor ganda putra sepanjang musim 2019. Di empat laga sebelumnya, Marcus/Kevin selalu merengkuh kemenangan dan medali juara.
Tren itu tetap berlanjut hingga Minggu (20/10/2019). Di Court 1 Odense Sportspark, Marcus/Kevin menang 21-14 dan 21-13 atas Ahsan/Hendra.
Ngomong-ngomong soal final, ada kejadian nyeleneh di sektor ganda putri. Laga mesti dihentikan sementara ketika Baek Ha Na/Jung Kyung Eun unggul 7-6 atas Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di gim ketiga.
ADVERTISEMENT
Tak tanggung-tanggung, gelanggang mesti dikosongkan karena alarm tanda kebakaran berbunyi. Nah, situasi dinyatakan aman dan semua boleh kembali ke gelanggang sekitar 15 menit berselang.
Ternyata alarm itu salah. Alarm kebakaran berbunyi karena mesin popcorn dinyalakan di area yang tidak ada ventilasi. Hhe.
Loading Instagram...
Hanya karena ini duel sesama ganda putra Indonesia, bukan berarti duel tidak ketat. Kedudukan 1-1 berlanjut hingga 3-3. Dari situ, Minions bergerak pada keunggulan 6-3.
Reli sengit muncul ketika Marcus/Kevin memimpin tipis 6-5. Marcus/Kevin mencecar Ahsan dengan tubian smash. Ahsan awalnya mampu menahan dengan aksi defensif depan net. Akan tetapi, lama kelamaan Ahsan kehilangan kendali sehingga shuttlecock terlempar dari lapangan.
Marcus/Kevin menandai interval dengan keunggulan 11-8. Melihat gap, seharusnya ketertinggalan itu masih bisa dikejar. Masalahnya, Ahsan/Hendra belum mampu lepas dari tekanan, setidaknya hingga Minions unggul 15-10.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya Ahsan/Hendra punya kesempatan untuk menggeser kedudukan jadi 14-11. Namun, upaya itu tak berhasil karena dropshot Hendra tidak sempurna sehingga shuttlecock gagal melintas dari bidang permainan sendiri.
Marcus/Kevin belum terbendung. Dengan leluasa mereka mendikte permainan Ahsan/Hendra dengan smash-smash menggigit.
Kemenangan gim pertama berhasil dikunci Marcus/Kevin dalam kedudukan 21-14. Sergapan Kevin dari depan net yang gagal diantisipasi Ahsan/Hendra menjadi penyebab.
Marcus/Kevin
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Foto: Dok. PBSI
Tertinggal 1-3 di gim kedua, Ahsan/Hendra mencecar Marcus/Kevin dengan tubian jumping smash. Siasat itu tak sia-sia. Begitu Kevin kewalahan, celah pertahanan Minions terbuka lebar. Rangkaian serangan itu akhirnya ditutup dengan smash Ahsan yang tak mampu dijangkau oleh Marcus/Kevin.
Reli sengit muncul lagi saat Marcus/Kevin memimpin 6-5. Bedanya, mereka yang mendominasi di duel ini. Kevin menggempur Ahsan dengan tubian smash, sedangkan Marcus bersiaga di area kanan.
ADVERTISEMENT
Berulang kali Kevin menyerang, berulang kali pula Ahsan meredam. Namun, angka tetap melayang ke tangan Marcus/Kevin akibat pengembalian Ahsan yang gagal menyeberangkan shuttlecock dari bidang permainan sendiri.
Pun demikian saat Marcus/Kevin unggul 9-5. Lucunya, Ahsan/Hendra tenang betul menghadapi gempuran serangan Marcus/Kevin.
Ketika Marcus/Kevin menyerang agresif dengan melepaskan jumping smash dari dan ke segala arah, Ahsan/Hendra dengan kalem meladeni serangan mereka. Sayangnya, duel sengit itu selesai karena Hendra terlambat menjangkau shuttlecock kiriman lawan yang menyasar area depan net.
Keunggulan 11-6 di interval gim kedua menjadi modal yang bagus bagi Marcus/Kevin. Keunggulan itu bukan keunggulan semu. Dominasi mereka semakin menjadi usai interval.
Respons yang terlambat berulang kali membuat Ahsan/Hendra kehilangan angka. Salah satunya ketika Marcus/Kevin menorehkan keunggulan 16-10.
ADVERTISEMENT
Marcus melepaskan smash yang mengarah ke lapangan tengah. Sebenarnya shuttlecock masih dalam jangkauan Ahsan/Hendra.
Namun, ya, itu tadi. Ahsan/Hendra terlambat menjangkau shuttlecock yang diarahkan ke tengah mereka.
Marcus/Kevin unggul jauh, bahkan sampai match point 20-13. Laga pada akhirnya tuntas dengan kemenangan 21-13 untuk Marcus/Kevin begitu pengembalian Ahsan membuat shuttlecock terlempar dari bidang permainannya sendiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan