Kamerawan Nyaris Bikin Kecelakaan di Lomba Lari Dunia, Para Pelari Resah

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Final lari halang rintang 3000m putra World Athletics Championships di Hayward Field, Eugene, Oregon, Senin (18/7/2022). Foto: Permata Samad/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Final lari halang rintang 3000m putra World Athletics Championships di Hayward Field, Eugene, Oregon, Senin (18/7/2022). Foto: Permata Samad/AFP

Kecelakaan hampir terjadi dalam final lomba lari halang rintang 3000 meter Kejuaraan Atletik Dunia yang dihelat di Oregon, Amerika Serikat, pada Senin (18/7) waktu setempat. Itu semua disinyalir akibat ulah seorang kamerawan atau juru kamera.

Menurut laporan media Inggris, Daily Star, seorang kamerawan kedapatan masuk ke tengah-tengah lintasan ketika lomba. Alhasil, para pelari harus berusaha menghindari sang juru kamera sembari fokus menuju garis finis.

Pada tahap awal lomba, juru kamera berdiri di jalur dua dengan membelakangi para atlet. Alhasil, ketika melihat si kamerawan, para pelari kaget dan berusaha sebisa mungkin menghindari kecelakaan. Pemandangan ini pun membuat beberapa orang yang menonton jadi heran.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” komentator olahraga Australia, Tim Rosen, dalam unggahannya di Twitter.

Final lari halang rintang 3000m putra World Athletics Championships di Hayward Field, Eugene, Oregon, Senin (18/7/2022). Foto: Permata Samad/AFP

Pelari Amerika Serikat, Evan Jager, mengakui khawatir melihat kamerawan di tengah lintasan lari. Pelari tuan rumah lainnya, Hilary Bor, merasa beruntung tidak menabraknya.

"Saya sedikit khawatir dia akan melesat dengan satu atau lain cara, tepat pada detik terakhir, tetapi untungnya dia tidak menyadari kami ada di sana sampai kami semua melewatinya," kata Jager, dikutip dari New York Times.

X post embed

"Syukurlah dia ada di jalur kedua, jadi kami mencoba menjauh darinya. Saya tidak tahu apa yang dia lakukan,” timpal Bor.

Lomba tersebut akhirnya dimenangi oleh pelari bernama Soufiane El Bakkali dari Maroko, dengan catatan waktu 8 menit dan 25 detik. Ia lebih cepat sekitar tiga perempat detik dari runner-up Lamecha Girma asal Ethiopia. Juara bertahan dua kali, yakni Conseslus Kipruto dari Kenya, harus puas cuma meraih perunggu kali ini..