Kejuaraan Dunia: Jonatan Christie Susul Anthony Ginting ke Babak Kedua

Anthony Ginting tidak menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang melangkah ke babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2019. Jonatan Christie menjadi wakil Indonesia ketiga yang merengkuh tiket babak kedua di sektor tunggal putra.
Tunggu.... Kenapa ketiga? Well, itu karena Tommy Sugiarto sudah berhasil merengkuh tiket serupa.
Melawan wakil Sri Lanka, Niluka Karunaratne, Tommy meraih kemenangan 21-18 dan21-12 di Court 4 St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Tommy akan bertanding melawan penggawa Denmark, Jan O Jorgensen, di babak kedua pada Selasa (20/8/2019).
Oke, kembali ke Jonatan. Unggulan keempat turnamen ini sukses menutup babak pertama dengan kemenangan 21-15 dan 21-19 atas wakil Inggris, Rajiv Ouseph, di Court 1 pada Senin (19/8/2019).
Ini menjadi pertandingan internasional Ouseph. Yep, pebulu tangkis berusia 32 tahun yang menjuarai tunggal putra Kejuaraan Eropa 2017 ini menjadikan Kejuaraan Dunia 2019 sebagai turnamen terakhirnya.
Jonatan punya cara untuk menyegel keunggulan 3-0 di gim pertama. Rangkaian pukulan menyilang dengan panjang jangkauan bervariasi menjadi senjata Jonatan untuk mematahkan bangunan permainan Ouseph.
Cara ini memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Kecepatan footwork Ouseph yang belum nyetel memudahkan Jonatan menempatkan shuttlecock ke titik-titik sulit.
Jonatan tambah di atas angin karena berhasil melebarkan keunggulan menjadi 7-2. Ouseph sebenarnya berulang kali membangun serangan balik lewat pukulan jauh. Namun, arah lesakan itu begitu mudah dibaca oleh Jonatan.
Alih-alih menambah angka, manuver tadi justru menjadi pelontar bagi Jonatan untuk memantapkan keunggulan. Contohnya apa yang terjadi ketika Jonatan mengamankan keunggulan interval 11-4. Ouseph menjadi pihak yang menggempur Jonatan dengan smash tanggung.
Tapi Ouseph kurang cerdik mengarahkan shuttlecock. Pukulannya justru dilepaskan ke sisi forehand Jonatan. Tak heran jika juara Selandia Baru Terbuka 2019 itu mampu menyambut shuttlecock dan mengamankan poin ke-11.
Jonatan yang memimpin jauh jelas tak menyia-nyiakan keunggulan. Serangan-serangan Jonatan kian efektif. Ketimbang menggiring duel pada permainan reli panjang, ia cenderung mematahkan serangan Ouseph begitu reli baru berjalan tiga atau empat pukulan. Bermodalkan permainan seperti ini, Jonatan memimpin 14-8.
Yang menjadi lawan paling berbahaya untuk Jonatan adalah eror individu. Mulai dari shuttlecock yang tersangkut di net hingga keluar lapangan, muncul dari permainan Jonatan. Kondisi ini menghidupkan kembali asa Ouseph. Dari tertinggal 8-14, Ouseph mendekat menjadi 12-15.
Tapi suporter Jonatan jangan lekas khawatir dulu. Penggawa kesayangan mereka ini tetap berhasil memperbaiki permainan dan kembali mengendalikan jalannya laga.
Smash-smash akuratnya mendominasi lagi. Meski tertunda dua angka, Jonatan pada akhirnya mampu mengonversi game point 20-13 menjadi kemenangan 21-15.
Ngomong-ngomong soal torehan ke-21 itu, prosesnya cukup rumit. Jonatan mesti pontang-panting menjawab perlawanan sengit Ouseph.
Jonatan bahkan sampai sedikit kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh ketika mengembalikan pukulan menyilang Ouseph. Beruntung, pengembalian yang sedikit berbau keberuntungan itu tak mampu digapai Ouseph.
Salah besar jika menyangka Ouseph mati kutu di gim kedua. Tunggal putra Inggris ini menggebrak dan menyamakan kedudukan menjadi 6-6 bahkan memimpin balik 9-7 walau sempat tertinggal 1-5.
Dalam sekejap ia sanggup meredam agresivitas Jonatan dengan pertahanan yang kokoh. Itu masih ditambah dengan eror-eror yang membuat Jonatan gigit jari karena kehilangan angka.
Meski bangkit dan menyelesaikan interval dengan keunggulan 11-9, Jonatan belum di atas angin. Ouseph masih sanggup melepaskan serangan-serangan menukik dan tajam yang terlambat direspons Jonatan. Permainan seperti itu membantu Ouseph memangkas ketertinggalan menjadi 11-13.
Sadar bahwa lawannya belum kehabisan akal mencuri poin, Jonatan menekan pedal gas dalam-dalam. Rangkaian pukulan menyilang dalam tempo cepat yang membingungkan sekaligus menguras energi lawan dilepaskannya berulang kali.
Efeknya cukup melegakan. Ouseph yang footwork-nya memang tak selincah Jonatan kesulitan menyambut serangan. Jonatan bisa mengambil keuntungan dan memimpin 19-14.
Meski demikian, Jonatan belum bisa bernapas lega--bahkan ketika sudah menyegel match point 20-16. Masing-masing satu eror, kesalahan pembacaan shuttlecock, dan keterlambatan menyambut pukulan memaksa Jonatan kehilangan tiga angka beruntun. Tak main-main, Ouseph yang tadi tertinggal empat angka kini sanggup merapatkan jarak menjadi 19-20.
Bahaya besar jika duel berlanjut hingga gim ketiga. Toh, bukan sekali dua kali kondisi macam itu digunakan lawan sebagai momentum untuk menggebrak dan membungkus kemenangan.
Sudah tentu Jonatan belajar banyak dari pengalaman seperti itu. Tak mau kehilangan peluang, ia langsung melepaskan dua hingga tiga pukulan sengit sebagai cara untuk mengunci kemenangan 21-19.
Lolos dari lawan yang satu, Jonatan harus bersiap menghadapi duel selanjutnya pada Selasa (20/8/2019). Lawannya di babak kedua juga bukan pebulu tangkis sembarangan. Ia adalah Heo Kwang Hee, wakil Korea Selatan yang menang tiga kali atas Jonatan dalam tiga pertemuan.
