Kevin Sanjaya Kenang Memori Audisi Umum PB Djarum & Beri Saran ke Peserta

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kevin Sanjaya Sukamuljo saat menceritakan pengalaman dirinya mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2006 dan 2007 usai sesi konferensi pers di Aula Serbaguna GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kevin Sanjaya Sukamuljo saat menceritakan pengalaman dirinya mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2006 dan 2007 usai sesi konferensi pers di Aula Serbaguna GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Legenda bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, ikut memantau bakat muda di Audisi Umum PB Djarum 2026. Kevin kembali mengenang masa-masa dirinya mengikuti audisi dulu.

Kevin pernah mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006, tapi gagal diterima. Kemudian, ia mencoba kembali setahun berikutnya, tepatnya pada Audisi Umum PB Djarum 2007 dan ia berhasil lolos.

"Saya kan enggak langsung keterima saat Audisi Umum PB Djarum 2006. Saya baru diterima di Audisi Umum PB Djarum 2007," katanya, Rabu (9/9).

Seakan bernostalgia kembali, Kevin menceritakan kembali pengalamannya mengikuti Audisi Umum PB Djarum semasa kecil. Seperti anak pada umumnya rasa deg-degan dan penasaran muncul kala menunggu pengumuman lolos.

Kevin Sanjaya Sukamuljo saat mengikuti konferensi pers Audisi Umum PB Djarum 2026 di Aula Serbaguna GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

"Dulu zaman saya masih melihat pengumuman di kertas. Kalau ada nama kita berarti lolos, kalau nggak ada ya nggak lolos," sambungnya.

Bicara soal perbedaan Audisi Umum di eranya, Kevin menyebut dahulu pesertanya tidak terlalu banyak. Ia memperkirakan hanya ada 500 peserta.

"Kalau sekarang tiga kali lipat jumlahnya. Mungkin di era saya pesertanya belum banyak karena Audisi Umum pertama. Sekarang, mereka begitu antusias," terangnya.

Pada Audisi Umum PB Djarum kali ini, Kevin melihat perjuangan para peserta begitu bagus. Utamanya soal semangat bertanding yang ditunjukkan di atas lapangan.

Heru Susilo dan istri mengambil foto putranya, Hafiz Adinata Eka Susilo dengan latarbelakang pebulutangkis Indonesia di halaman GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

"Fighting spirit-nya sampai jatuh-jatuh. Ada yang menangis dan lain sebagainya. Jadi seperti teringat zaman-zaman dulu saya memulai juga," imbuhnya.

Kevin yang sudah banyak pengalaman di ajang bulu tangkis memberikan saran kepada adik-adiknya yang kini sedang berjuang di Audisi Umum PB Djarum 2026. Pria jebolan PB Djarum itu menyarankan atlet untuk memberikan kemampuan terbaik.

"Hal yang harus disiapkan lakukan yang terbaik saja, yang penting berusaha semaksimal mungkin jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada," ujar Kevin.

Kevin menyarankan agar peserta Audisi Umum PB Djarum tidak mudah menyerah. Apabila gagal tahun ini, ia menyarankan untuk mencoba lagi di tahun berikutnya.

"Kalau di tahun ini gagal, bisa coba tahun depan dan jangan pernah putus asa gitu," ucapnya.

Persiapan fisik, mental dan teknik juga perlu diasah. Ketiga hal itu menurut Kevin harus dipenuhi untuk menunjang prestasi.

"Enggak bisa misalnya teknik sama fisiknya bagus, mentalnya enggak bagus. Ketika bertanding pasti susah. Kemudian, kalau tekniknya bagus, fisiknya enggak bagus juga susah. Maka tiga-tiganya harus komplet lah kalau mau jadi juara," imbuhnya.

Kevin Sanjaya Sukamuljo saat menceritakan pengalaman dirinya mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2006 dan 2007 usai sesi konferensi pers di Aula Serbaguna GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus yang dihelat di GOR Djarum, Jati, pada Rabu (9/9) hingga Minggu (13/9). Tak kurang, sebanyak 1.601 peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua bersaing meraih Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan bergabung dengan PB Djarum.

Para bibit potensial ini tersebar di tiga kategori usia yaitu U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra maupun putri. Adapun Kudus menjadi kota ketiga pelaksanaan proses seleksi pebulu tangkis muda berkualitas super setelah lebih dahulu diadakan di Pekanbaru (Juli) dan Makassar (Agustus).

Untuk mengamankan Super Tiket menuju fase karantina, peserta putra wajib menembus babak semifinal. Sedangkan untuk pebulu tangkis putri, Super Tiket akan diberikan bagi pebulu tangkis muda yang sukses mencapai babak final.

Selain melalui jalur kemenangan di lapangan, peluang bergabung dengan PB Djarum masih terbuka melalui Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat yang diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan guna diasah lebih lanjut, meskipun gagal lolos ke semifinal ataupun final pada Tahap Turnamen.

Nantinya di karantina, semua atlet akan digembleng latihannya dan difasilitasi asupan gizinya. Dengan begitu, PB Djarum senantiasa berkomitmen untuk membantu terus menjaga regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia.