Khabib Nurmagomedov Dikritik Selebritas Rusia Atas Komentar Kerasnya ke Macron

kumparanSPORTverified-green

Khabib Nurmagomedov setelah mengalahkan Dustin Poirier pada UFC 242 di The Arena. Foto: Per Haljestam-USA TODAY Sports via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Khabib Nurmagomedov setelah mengalahkan Dustin Poirier pada UFC 242 di The Arena. Foto: Per Haljestam-USA TODAY Sports via Reuters

Rasa geram terlihat jelas manakala Khabib Nurmagomedov menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Eks petarung UFC itu mengecam keras pernyataan Macron yang dinilai menghina agama Islam.

Dalam unggahan akun Instagram-nya pada Jumat (30/10) sore WIB, Khabib mengunggah gambar Macron yang mukanya diberi 'editan' gambar tapak sepatu hitam. Pria 32 tahun itu pun tak lupa membubuhi caption tanda geram:

"Semoga Yang Maha Kuasa menodai wajah makhluk ini dan semua pengikutnya, yang, dengan slogan kebebasan berbicara, menyinggung perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim. Semoga Yang Maha Kuasa mempermalukan mereka di kehidupan ini dan di kehidupan selanjutnya. Allah cepat menghitung dan kalian akan melihatnya," tulisnya.

embed from external kumparan

"Kami adalah Muslim, kami mencintai Nabi Muhammad kami (damai dan berkah Allah besertanya) lebih dari ibu kami, ayah, anak-anak, istri dan semua orang lain yang dekat dengan hati kami. Percayalah, provokasi ini akan berbalas pada mereka, akhirnya selalu untuk yang takut akan Tuhan," jelasnya.

Unggahan Khabib tersebut mendapatkan kritikan dari Ksenia Sobchak yang merupakan selebritas dan eks calon Presiden Rusia. Menurutnya, ucapan Khabib melalui Instagramnya bisa memicu kekerasan.

“Khabib, Anda adalah pahlawan bagi banyak anak muda di Rusia yang menganggap Anda sebagai panutan. Belakangan, Anda membuat masyarakat Rusia bangga akan kemenangan Anda (di UFC),” ujar Sobchak seperti dikutip Sportbible.

instagram embed

“Saya menghargai agama Anda, dan Anda memiliki hak untuk mempercayai dan mencintai siapa pun. Tapi, tak pernahkah terpikirkan bahwa komentar Anda kepada Presiden Prancis bisa memicu kekerasan terhadap Macron? Padahal, dia tidak pernah berbicara menentang Muslim, dia hanya menyoroti Islam radikal dan teroris yang membunuh orang--yang dianggap dosa besar di Al-Quran, bukan?” lanjutnya.

instagram embed

Sobchak pun meminta Khabib untuk bisa mengekspresikan pendapatnya dengan lebih ramah.

“Kita semua umat manusia terlepas dari agama dan kebudayaan kita. Bukankah akan lebih baik jika kita hidup damai meskipun kepercayaan kita berbeda?” pungkasnya.