Khabib Sebut Muridnya, Saygid Izagakhmaev, Akan Berbahaya di ONE Championship
·waktu baca 2 menit

Khabib Nurmagomedov masih belum bisa lepas dari dunia MMA, meski sudah tak lagi bertarung. The Eagle kini memberi peringatan akan bahaya yang berpotensi ditebar petarung bernama Saygid Izagakhmaev di pentas ONE Championship.
Khabib akan berada di pojok untuk debut promosi Saygid Izagakhmaev pada 14 Januari 2022 dalam ajang duel ONE: Heavy Hitters di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Petarung 27 tahun itu akan menghadapi James Nakashima.
Izagakhmaev sendiri dibimbing langsung oleh Khabib yang menjadi mentornya. Alhasil, gaya bertarungnya pun sama dengan gaya eks juara kelas ringan UFC tersebut.
"Gaya bertarung Saygid sangat berbahaya karena dia tinggi dan dia memiliki jangkauan panjang dengan kaki dan lengannya. Dia memiliki siku yang sangat bagus, clinch yang bagus dan, tentu saja, dia sangat bagus di ground; ground game dan grappling," terang Khabib saat diwawancarai ONE Championship.
Menurut data Sherdog, Saygid Izagakhmaev telah bertarung 21 kali dalam karier MMA profesionalnya. Hasilnya, dia meraih 19 kemenangan dan 2 kekalahan.
Terakhir kali, Izagakhmaev bertarung adalah pada September 2021 saat promosi silang antara Eagle Fighting Championship yang merupakan promosi milik Khabib dan AMC Fight Night. Ajang tersebut diadakan untuk menghormati mendiang ayah Khabib, Abdulmanap Nurmagomedov.
Khabib hadir selama duel. Ia menyaksikan Izagakhmaev membuat petarung MMA bernama Maxim Butorin menyerah kalah karena usai diserang teknik rear-naked choke pada ronde kedua. Khabib Nurmagomedov terkesan dengan itu dan melihat peningkatan besar dalam kemampuan Izagakhmaev selama setahun terakhir.
“Ketika saya melihat bagaimana dia satu tahun yang lalu dan sekarang, dia benar-benar berbeda. Dan dia baru berusia 27 tahun dan dia terus belajar. Saya sangat percaya dan sangat yakin bahwa dia akan banyak berkembang di ONE Championship," jelas Khabib.
“Jika Anda ingin membangun diri sendiri, jika Anda ingin menjadi juara, Anda harus memenangi setiap pertarungan. Saya tahu Saygid tidak suka kalah. Saya tahu hatinya. Saya tahu betapa laparnya dia. Ini sangat penting baginya. Bukan hanya untuknya, tetapi juga untuk tim kami," pungkasnya.
