Khabib Tertarik Adu Jotos Lawan Michael Jordan, Apa Alasannya?

4 Juli 2022 16:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Khabib dan trofi Submission of the year. Foto: Instagram khabib nurmagomedov
zoom-in-whitePerbesar
Khabib dan trofi Submission of the year. Foto: Instagram khabib nurmagomedov
ADVERTISEMENT
Mantan petarung kelas ringan Mixed Martial Arts (MMA), Khabib Nurmagomedov tertarik untuk adu jotos melawan ikon NBA, Michael Jordan. Khabib tertantang untuk bertarung melawan Jordan usai menonton mini-seri dokumenter 'The Last Dance'.
ADVERTISEMENT
Khabib Nurmagomedov baru saja memperoleh penghargaan UFC Hall of Fame di T-Mobile Arena, Las Vegas pada Kamis (30/6) lalu. Ia kini sejajar dengan petarung-petarung legendaris lainnya.
Sosok yang kini berprofesi sebagai pelatih, pebisnis, dan promotor MMA itu merupakan atlet pertama asal Rusia yang masuk dalam jajaran hall of fame UFC.
Saat berjalan di karpet merah UFC Hall of Fame, Khabib ditanya oleh jurnalis ESPN. Ia diminta memilih siapa selebriti yang kira-kira ingin diajaknya bertarung. Khabib lantas mengatakan dirinya tertarik adu jotos dengan ikon NBA, Michael Jordan.
Michael Jordan dalam pertandingan final Wilayah Timur NBA 1998 menghadapi Indiana Pacers. Foto: Getty Images/Vincent Laforet
Khabib Nurmagomedov kemudian mengatakan bahwa dirinya tertarik pada Michael Jordan usai menonton mini-seri dokumenter 'The Last Dance' yang menceritakan kisah hidup pebasket tersebut.
"Saya menonton film dokumenternya karena saya sedang mengerjakan film dokumenter saya, dan sangat menarik untuk ditonton," kata Nurmagomedov.
ADVERTISEMENT
"Teman saya menasihati saya, 'Kamu harus menonton ini. Ini sangat mengesankan.' Sebelum film dokumenternya, saya tidak tahu banyak tentang dia. Saya baru tahu Michael Jordan adalah pemain bola basket terhebat, dan hanya itu," imbuhnya.
Pertandingan antara Khabib Nurmagomedov (kanan) melawan Conor McGregor di T-Mobile Arena. Foto: Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports via Reuters
Sementara itu, Khabib Nurmagomedov memperoleh penghargaan UFC Hall of Fame usai mengemas rekor 16 kari tarung tanpa kalah di ajang UFC. Serta, berhasil mempertahankan gelar tersebut sebanyak tiga kali.
Khabib mengalahkan Al Iaquinta pada April 2018 untuk merebut sabuk juara kelas ringan UFC. Lalu, ia mengandaskan perlawanan Conor McGregor pada Oktober 2018 lalu.
Selanjutnya, Khabib sukses mempertahankan gelar untuk kali kedua dengan mengalahkan Dustin Poirier. Sedangkan, Justin Gaethje merupakan lawan terakhir yang dihadapi Khabib pada Oktober 2020.
ADVERTISEMENT