Khamzat Chimaev Pukul Gilbert Burns di Jeda Ronde UFC, Kok Tak Didiskualifikasi?

Khamzat Chimaev mengalahkan Gilbert Burns dalam pertarungan kelas welter UFC 273 pada Minggu (10/4) pagi WIB. Meski begitu, petarung berjuluk Borz itu melakukan kontroversi di tengah duel melawan Durinho.
Kontroversi terjadi saat jeda usai ronde kedua. Ketika bel tanda ronde kedua selesai dibunyikan, Chimaev sempat memukul Burns sekali, ini menjadi kontroversi di duel UFC 273 kali ini.
Chimaev memang tertekan di ronde kedua. Ada momen Burns telak memukul kepala Chimaev jelang ronde kedua berakhir. Boleh jadi, kontroversi itu adalah ekspresi kekesalannya.
Namun, bolehkah Khamzat Chimaev begitu? Bagaimana aturan UFC? Bisakah petarung berpaspor Swedia tersebut didiskualifikasi karena kelakukannya?
Dalam situs resminya, UFC menjelaskan bahwa ada daftar tindakan yang merupakan pelanggaran dalam duel MMA. Pelakunya dapat dihukum, tetapi berdasarkan kebijakan wasit.
Contoh dua hal yang dilarang adalah menyerang lawan pada atau selama jeda dan menyerang lawan yang berada di bawah pengawasan wasit. Bagaimana dengan kasus Khamzat Chimaev ini?
Kondisinya, Chimaev coba memukul Gilbert Burns ketika keduanya sama-sama sedang terduduk di lantai octagon usai bel dibunyikan dan situasinya juga wasit sudah coba melerai keduanya. Namun, Chimaev tetap memukul dan pukulannya kena wasit.
UFC memiliki aturan begini:
Diskualifikasi dapat terjadi setelah setiap kombinasi pelanggaran atau setelah pelanggaran yang mencolok atas kebijakan wasit.
Pelanggaran dapat mengakibatkan pengurangan poin oleh pencatat skor resmi dari skor petarung yang melakukan pelanggaran. Pencatat skor, bukan juri, akan bertanggung jawab untuk menghitung skor sebenarnya setelah memperhitungkan pengurangan poin.
Hanya wasit yang dapat menilai pelanggaran. Jika wasit tidak menyebut pelanggaran, juri tidak boleh membuat penilaian itu sendiri dan tidak boleh memasukkannya ke dalam perhitungan penilaian mereka.
Boleh jadi, wasit tidak mempermasalahkan pukulan Khamzat Chimaev itu. Wasit memiliki hak untuk menentukannya sendiri dan tak bisa diganggu gugat. Berdasarkan poin 3, jika wasit tidak menyebut pelanggaran, juri tidak boleh membuat penilaian itu sendiri dan tidak boleh memasukkannya ke dalam perhitungan penilaian mereka.
Chimaev berarti memang tak layak didiskualifikasi atau bahkan tak dianggap melanggar oleh pandangan wasit. Dalam bukti scorecard resmi UFC, ketiga juri memberi nilai 9 kepada Chimaev di ronde kedua. Sepertinya memang, aksi kontroversial Chimaev itu tak dianggap pelanggaran.
Khamzat Chimaev kini telah melakoni pertarungan ke-11 dalam karier MMA profesionalnya dan tetap tak terkalahkan. Petarung 27 tahun itu kian menegaskan kedigdayaannya di UFC.
Di sisi lain, ini adalah duel ke-25 bagi Gilbert Burns dalam karier MMA profesionalnya dan ini adalah kekalahan kelima. Selain Chimaev, orang yang bisa mengalahkannya adalah Kamaru Usman, Dan Hooker, Michel Prazeres, dan Rashid Magomedov.
