Kisah Atlet China: Dulu Miskin & Ditolak Jadi Atlet karena Gemuk, Kini Raih Emas
ยทwaktu baca 3 menit

Li Wenwen asal China menyabet medali emas cabang olahraga angkat besi nomor +87 kg putri di Olimpiade 2020. Di balik suksesnya kini, lifter kelahiran 5 Maret 2000 itu memiliki masa lalu yang kurang mengenakkan.
Sebelum dielu-elukan seperti sekarang, Li pernah diremehkan. Jadi, saat masih sekolah, ia sempat ditolak menjadi atlet angkat besi karena dianggap terlalu gemuk.
"Saat itu, seorang pelatih sepeda dan pelatih angkat besi dari Anshan Sports School datang ke sekolah kami untuk memilih kandidat. Guru pendidikan jasmani merekomendasikan saya ke pelatih angkat besi, tetapi dia bilang saya terlalu gemuk dan tidak terpilih," katanya kepada Sino-Singapore Sports.
Kala itu, dunia Li seakan diselimuti muram. Sebab, atlet yang kini berbobot 150 kg itu juga tak pintar dalam bidang akademik. Apalagi, setelah sang guru melaporkan Li tak lolos seleksi kepada orang tuanya.
"Ayah saya berkata, 'Saya tidak bisa melakukan apa-apa. Saya tahu cara makan setiap hari'. Saya sangat marah pada saat itu, bertanya-tanya mengapa saya bisa membiarkan itu terjadi pada saya," jelas Li Wenwen.
"Kemudian, saya menghubungi teman sekelas yang dipilih oleh pelatih sepeda dan meminta panggilan pelatih. Pelatih membantu saya menghubungi kepala sekolah Anshan Sports School, dan kepala sekolah meminta saya untuk pergi."
"Setelah pertemuan, kepala sekolah merekomendasikan saya untuk berlatih angkat besi, karena dia juga seorang atlet angkat besi sebelumnya. Jadi, dia memberi saya pelatih lain, menjadi pelatih yang mengembangkan saya, dan mulai berlatih," lanjutnya.
Sayangnya, keseriusan Li sempat tak didukung keluarganya. Sang ayah bahkan mengancamnya tidak boleh pulang jika nekat mengejar mimpi sebagai lifter. Namun, Li tetap bersikeras pada mimpinya.
"Saya ingat bahwa setelah saya menyelesaikan pertandingan pertama untuk tim nasional, Direktur Wu (Wu Meijin/eks lifter China) berkata dengan emosi bahwa jika saya tidak berlatih angkat besi sejak awal, saya mungkin menjadi koki sekarang. Lagipula, saya sangat suka makan," kenangnya.
Singkat cerita, Li Wenwen sukses menjadi lifter dan meraih sejumlah gelar juara. Sebelum Olimpiade 2020, ia tercatat telah meraih emas di Kejuaraan Asia 2019 dan 2020 serta Kejuaraan Dunia 2019.
Khusus di Olimpiade 2020, pencapaiannya lebih berkesan karena ia juga memecahkan tiga rekor Olimpiade, bukan cuma emas. Sebab, ia mampu mengangkat 140 kg Snatch, 180 kg Clean and Jerk, dan total angkatannya berarti 320 kg. Pada akhirnya, ia menjadi kebanggaan keluarga.
"Saya juga menelepon nenek saya, saya bilang bahwa saya memenangi kejuaraan dan saya akan menunjukkan medali emas. Nenek berkata, 'Apakah itu emas murni? Jika iya, bawa kembali dan beri saya gelang'," terangnya.
"Saya mengatakan, 'Bagaimana saya bisa membuat gelang?' Dan saya akan membelikannya sepasang ketika saya kembali pulang," tandasnya sembari tertawa.
***
