Kisah Bintang Boston Celtics: Dulu Diremehkan Guru, Kini Raih Emas Olimpiade

8 September 2021 12:23 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemain Boston Celtics, Jayson Tatum, mengawal pemain LA Lakers, LeBron James. Foto: Bob DeChiara-USA TODAY Sports via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Boston Celtics, Jayson Tatum, mengawal pemain LA Lakers, LeBron James. Foto: Bob DeChiara-USA TODAY Sports via Reuters
ADVERTISEMENT
Menggapai impian memang tak mudah. Bintang Boston Celtics, Jayson Tatum, telah membuktikannya. Rumahnya sempat disita dan cita-citanya diremehkan guru sekolah. Namun, kini ia sukses berkiprah di NBA serta meraih emas Olimpiade 2020.
ADVERTISEMENT
Tumbuh di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, Jayson Tatum telah berjuang melawan kesulitan sepanjang hidupnya. Pria kelahiran Maret 1998 itu mengalami titik terendah saat mengetahui rumahnya disita karena gagal membayar tagihan.
Mengutip laporan Bleacher Report, ibunya, Brandy Cole, menjemput Tatum yang duduk di kelas lima dari sekolah. Ketika mereka sampai di rumah, Tatum melihat secarik kertas merah muda ditempel di pintu depan. Itu adalah pemberitahuan penyitaan.
"Dan dia mulai menangis. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya hanya merasa tidak berdaya. Saya sangat ingin membantu. Tapi saya baru berusia 11 tahun," kenang Tatum.
Pemain Boston Celtics, Jayson Tatum, melakukan dunk ke ring Orlando Magic. Foto: Instagram: Celtics
Tak sampai di sana penderitaan Tatum. Ia yang bersekolah di sekolah swasta pernah mendapat tugas dari sang guru, saat itu ia masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD).
ADVERTISEMENT
Guru Tatum memberi tugas, meminta setiap siswa untuk menulis cerita tentang apa yang mereka inginkan ketika dewasa. Dia lantas menulis tentang impiannya menjadi pemain bola basket profesional dan tampil di televisi.
Alih-alih mendukung, sang guru malah mencemooh cerita Tatum. Gurunya tersebut telah membuat Tatum malu dan sakit hati.
"Kamu harus memilih sesuatu yang lebih realistis, ubah impianmu" ucap sang guru.
Setelah komentar dari sang guru, kelas pun ikut menertawainya. Sambil menangis, dia lantas memberi tahu ibunya apa yang terjadi di sekolah.
"Saya sangat marah. Saya pergi ke sekolah keesokan harinya dan berbicara dengan guru. Saya berkata, 'Bu, dengan segala hormat, jika Anda mengajukan pertanyaan dan dia menjawab, saya rasa tidak pantas untuk mengatakan kepadanya bahwa itu adalah sesuatu yang tidak dapat dia capai ketika saya di rumah mengatakan kepadanya bahwa apa pun yang dia impikan adalah mungkin'," terang Cole.
ADVERTISEMENT
Sampai pada akhirnya Jayson Tatum benar-benar membuktikan bahwa impiannya kini menjadi nyata. Ia menjadi pilihan nomor 3 Boston Celtics dalam draft NBA 2017.
Untuk karier profesionalnya, dia rata-rata mencetak 19,4 poin, 6,3 rebound, dan 2,7 assist. Sebagai seorang rookie, ia dinobatkan sebagai tim pertama All-Rookie. Setiap musimnya Tatum terus meningkatkan permainannya dan tumbuh sebagai calon bintang masa depan.
Ia tercatat telah masuk dalam tim NBA All-Star sebanyak dua kali pada 2020 dan 2021. Mengutip laporan Sportscating, 2020 juga menjadi tahun terbaiknya dengan rata-rata 26,4 poin, 7,4 rebound, dan 4,3 assist.
Tatum juga tercatat pernah mewakili Timnas Basket AS dan telah menyabet medali emas sebanyak 3 kali. Itu terjadi dalam Kejuaraan Dunia U-17 di Dubai pada 2014, Kejuaraan Dunia U-19 di Yunani pada 2015, dan terbaru saat menjadi jawara di Olimpiade Tokyo 2020.
ADVERTISEMENT