Kisah 'Jorok' Jorge Martin Usai Ketemu Valentino Rossi saat Masih Bocah

8 April 2022 15:22
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Valentino Rossi. Foto: ANDREAS SOLARO/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Valentino Rossi. Foto: ANDREAS SOLARO/AFP
ADVERTISEMENT
Valentino Rossi adalah legenda besar Kejuaraan Dunia MotoGP. Banyak pebalap muda yang mengidolakan Rossi, termasuk Jorge Martin. Ada kisah yang agak 'jorok' soal pebalap Spanyol itu, Martin sempat ogah keramas usai bertemu si pria Italia.
ADVERTISEMENT
Martin bertemu Rossi di usia yang sangat muda. Kala itu pada 2006, dirinya yang masih seorang bocah berusia 8 tahun bertemu The Doctor di paddock MotoGP.
Martin menceritakan hal ini pada Kamis (7/4), jelang rangkaian balapan MotoGP Amerika 2022. Gelaran balapan MotoGP di Texas ini akan memasuki yang ke-20 tahun.
Maka dari itu, para pebalap ditanya dalam konferensi pers tentang kenangan masa kecil apa yang mereka kaitkan dengan dunia MotoGP. Nah, Martin menceritakan kisah 'joroknya' itu.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Jorge Martin di Sirkuit Mandalika. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jorge Martin di Sirkuit Mandalika. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
“Tahun 2006, saya pertama kali masuk paddock MotoGP di Valencia. Pengalaman yang sangat istimewa," kata Jorge Martin, dikutip dari Speedweek.
"Saya bertemu Valentino [Rossi] di sana, dia membelai kepala saya. Setelah itu, saya tidak mencuci rambut selama seminggu," lanjut si pebalap Pramac Racing.
Rossi sendiri sudah pensiun dan musim 2021 adalah musim terakhirnya di Kejuaraan Dunia MotoGP. Martin sendiri mulai memacu motor di kelas utama pada tahun lalu, yang berarti ia sempat adu cepat dengan sang idola.
ADVERTISEMENT
Musim ini, Martin akan mencoba sebaik mungkin di MotoGP Amerika. Dalam dua seri pertama, di Qatar dan Mandalika, ia gagal finis dan mampu naik podium kedua di seri 3 di Argentina.
Jorge Martin di Sirkuit Mandalika. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jorge Martin di Sirkuit Mandalika. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
“Musim lalu saya sangat cepat di Austin dan saya bertarung dalam waktu lama untuk podium [akhirnya finis ke-5]. Dalam dua balapan pertama tahun ini, saya mengalami masalah dalam menjaga kecepatan selama balapan. Untungnya itu bekerja lebih baik di Argentina, yang ingin saya bangun akhir pekan ini," terangnya.
"[Motor Ducati] GP22 jauh lebih mudah di tikungan. Kecepatan tertinggi adalah keuntungan besar kami tahun lalu, tetapi kami sedikit kehilangannya tahun ini. Kami harus fokus untuk memulihkan keunggulan kecepatan. Secara keseluruhan, potensi motornya lebih tinggi dari tahun lalu," tandas Jorge Martin.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020