Kisah Pelatih Silat RI Debat dengan Vietnam demi Safira Dwi Dapat Emas SEA Games
·waktu baca 2 menit

Cabang olahraga (cabor) pencak silat di SEA Games 2023 Kamboja menyisakan kisah tak menyenangkan. Tim Indonesia harus berdebat dengan Vietnam saat melakukan banding terkait raihan medali pesilat Safira Dwi Meilani.
Safira bertarung melawan pesilat Vietnam, Nguyen Hong An, pada babak final cabang pencak silat nomor tanding putri kelas B di Chroy Changvar Convention Center, Phnom Penh, Rabu (10/5). Ia sempat cuma mendapatkan perak usai dinyatakan kalah secara kontroversial.
Kemudian, Safira dinyatakan layak mendapat emas usai melakukan banding. Akhirnya, Vietnam dan Indonesia menjadi juara bersama di nomor tersebut. Rupanya, ada perdebatan panjang di baliknya. Hal ini diterangkan oleh kepala pelatih timnas pencak silat Indonesia, Indro Catur Haryono.
"Safira bertanding dengan kondisi sudah sakit bahunya, kambuh saat semifinal. Namun, ia perjuangannya luar biasa. Sampai babak ketiga [di final], waktu kurang 18 detik berakhir, skor 61-43, lawan tahu, karena tangan Safira sakit, makanya dipegang dan ditarik, lalu berteriak. Namun, Safira tak menyerah. Sakit ya otomatis teriak. Padahal enggak menyerah, masih bisa nendang dan mukul," katanya kepada kumparan, Kamis (11/5).
"Saya sebagai pendamping lalu melihat VAR karena sekarang di pencak silat boleh pelatih melakukan VAR saat ada kejadian dianggap merugikan. Dalam 3 babak hanya 2 kali. Saya manfaatkan, ternyata enggak digubris, langsung keputusan pemenang, makanya kami protes. Padahal, kami tidak melakukan pelanggaran, dikasih peringatan belum, nilai kami juga tinggi, enggak tahu penyebabnya," tambahnya.
"Vietnam juga sempat menekan, sampai kita ribut juga kan, dia protes melakukan banding. Karena waktu sudah habis, mungkin organisasi, technical delegate, memutuskan agar menjadi juara bersama," tandasnya.
Meski begitu, pada saat sesi penyerahan medali, lagu 'Indonesia Raya' duluan yang dikumandangkan, baru kemudian lagu kebangsaan Vietnam.
Untuk cabang olahraga pencak silat, Indonesia menjadi juara umum dengan raihan 9 emas, 6 perak, dan 1 perunggu. Menurut Indro, hasil ini membuat Indonesia melebihi target, yang tadinya hanya menargetkan minimal 5 emas. Ini juga menjadi raihan tertinggi RI di SEA Games yang diadakan di luar negeri.
