Kisah Sky Brown, Skateboarder Termuda di Olimpiade 2020 yang Nyaris Tewas

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet Skateboard, Sky Brown. Foto: Instagram/skybrown
zoom-in-whitePerbesar
Atlet Skateboard, Sky Brown. Foto: Instagram/skybrown

Sky Brown menjadi atlet skateboard termuda yang akan berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2020 dengan usia 13 tahun 23 hari. Skateboarder yang akan mewakili Inggris Raya ini berhasil sembuh dari cedera parah yang nyaris merenggut nyawanya.

Menurut laporan The Independent, Brown dinobatkan bersama Bombette Martin yang berusia 15 tahun sebagai atlet muda yang akan mencuri perhatian di Olimpiade musim panas ini.

Ayahnya, Stewart,--yang bakal bertindak sebagai pendamping atlet Brown di Tokyo--adalah orang Inggris. Sedangkan ibunya, Mieko, merupakan keturunan Jepang.

“Ini adalah perasaan yang gila, lebih dari mimpi yang menjadi kenyataan, benar-benar gila," kata Brown yang dibesarkan di Jepang dan Amerika Serikat ini dikutip dari The Sun.

Atlet Skateboard, Sky Brown. Foto: Instagram/skybrown

"Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk Inggris Raya dan bahkan lebih luar biasa bagi saya untuk memiliki rekan setim," lanjutnya.

Sejak usia 8 tahun, Brown telah menjadi peserta termuda dalam kejuaraan skateboard Vans US Open. Pada 2018, dia berhasil mengisi posisi 10 besar dalam sebuah turnamen.

Penghargaan lainnya yang pernah diraihnya termasuk memenangi acara TV AS Dancing with the Stars: Juniors, bersama mitra JT Church.

Peraih medali perunggu dunia 2019 yang berusia 13 tahun pada 12 Juli yang lalu itu juga menjadi wanita pertama yang menyelesaikan trik 'frontside 540'.

Atlet Skateboard, Sky Brown. Foto: Instagram/skybrown

Brown sendiri kini telah bangkit kembali dari cedera serius tahun lalu ketika dia jatuh dalam latihan di California, AS. Brown dilaporkan mengalami retak tulang tengkorak, sementara pergelangan tangan serta tangan kirinya juga patah.

Yang menakutkan, ia sempat tidak responsif saat tiba di rumah sakit setelah diterbangkan dengan helikopter dari lokasi kejadian. Ayahnya menyebut peristiwa itu bisa berakhir dengan tragis.

Beruntung, para dokter berhasil membuat kondisi skater berbakat ini membaik dan stabil. Ia bisa dibilang sangat beruntung. Benturan di kepalanya tidak terlalu serius karena helmnya masih terpasang ketika terjatuh di arena half-pipe ramp.

Lengan tangannya yang secara refleks menahan beban tubuhnya juga berperan dalam menyelamatkan hidup Brown.

instagram embed

"Sky mendarat dengan posisi kepalanya lebih dahulu menyentuh ramp sebelum tangannya menahan tubuhnya," ujar ayahnya, Stewart, menggambarkan insiden itu.

“Ketika dia (Sky) pertama kali datang di rumah sakit, semua orang mengkhawatirkan hidupnya. Ini jatuh paling parah yang pernah dialami Sky dan ia beruntung masih hidup.”

“Yang jelas Sky tetap positif dan kuat. Bahkan, para dokter dan staf rumah sakit terkejut melihat sikap positifnya tersebut,” jelasnya.

Atlet Skateboard, Sky Brown. Foto: Instagram/skybrown

Sekarang, Brown berhasil melawan cederanya itu dan siap beraksi di pentas Olimpiade. Ia bertekad ingin memberikan dorongan untuk seluruh anak perempuan di dunia lewat permainan skating dan selancar yang telah ditekuninya.

"Saya ingin semua orang tahu bahwa itu baik-baik saja. Terkadang, saat jatuh, saya hanya akan bangkit dan berlatih lebih keras lagi,” ucap Brown.

Adapun, rekor atlet termuda Olimpiade dipegang oleh Margery Hilton yang berusia 13 tahun 44 hari ketika dia berkompetisi di Olimpiade Amsterdam 1928 dalam renang gaya dada 200m.

****

embed from external kumparan