Kisah Tayfun Ozcan: Kecil Dipukuli Ayah, Sudah Besar Pukuli Orang & Juara MMA
·waktu baca 2 menit

Tayfun Ozcan sedang menapaki kariernya sebagai pemegang sabuk juara kelas bulu ONE Championship (ONE FC). Petarung MMA keturunan Belanda-Turki itu telah melewati banyak kekerasan sejak kecil.
Ozcan hidup dengan kemiskinan. Ayahnya yang pecandu alkohol membuat suasana rumah tambah muram, terlebih sang ayah cukup ringan tangan.
"Situasi saya sangat berbeda karena ada beberapa anak di rumah saya, dan ayah saya adalah seorang pecandu alkohol," cerita Ozcan dikutip dari laman resmi ONE FC.
"Kami tidak punya uang. Saya tidak memiliki foto saya saat bayi, tidak pernah. Foto pertama saya adalah ketika saya berusia 4 tahun.Satu-satunya hal yang kami miliki di rumah adalah perkelahian dan narkoba. Hanya ada hal negatif di rumah, dan kami selalu dipukuli," sambungnya.
Ozcan mengungkapkan bahwa ayahnya hanya ada di rumah saat sedang menganiaya anak-anaknya, selebihnya tak ada. Kondisi tersebut membuat petarung berjuluk 'Turbine' itu harus berjuang sendiri bersama saudara-saudaranya.
Absennya sosok ayah membuat hidup Ozcan jadi tak menentu. Ia pun mencari kegiatan untuk mengalihkan perhatian dan sepak bola menjadi pilihannya.
Namun, Ozcan tak mampu membayar biaya klub karena keadaan keluarga yang sulit. Ia kemudian mencoba kickboxing dan menemui masalah serupa.
Namun, pelatih di sasananya melihat bakat yang terpendam dalam diri Ozcan. Tak hanya itu, sang pelatih juga mengetahui kondisi keluarganya dan akhirnya memberi latihan gratis.
"Pelatih mendatangi saya dan mengatakan dia melihat saya sangat berbakat. Dia berkata kepada saya, 'Tayfun, saya tahu ayah Anda, saya tahu situasi Anda," cerita Ozcan.
"Orang-orang Turki semua saling mengenal, jadi dia sudah tahu tentang saya. Dia berkata kepada saya, 'Anda tidak perlu membayar tagihan. Lakukan yang terbaik yang Anda bisa dan saya akan melatih Anda," sambungnya.
Ozcan memulai karier profesionalnya pada 2011 silam. Ia kalah dari Robbie Hageman asal Belanda dengan keputusan bulat usai berduel tiga ronde.
Kendati demikian, Ozcan tak patah arang. Ia melanjutkan kariernya dan menjadi jawara dunia Enfusion kelas 70 kg serta dua kali di kelas 72,5 kg.
Ozcan baru bergabung dengan ONE FC pada 2021 lalu. Total, petarung 31 tahun tersebut telah mengoleksi 97 duel dengan catatan 85 kemenangan.
Saat ini, Ozcan berada di peringkat ke-5 kelas bulu kickboxing ONE FC. Ia akan melawan petarung peringkat kedua, Marat Grigorian, di Kallang, Singapura, Jumat (30/9) besok.
