Kobe Bryant si Multilingual: Bahasa Slovenia pun Ia Lahap

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kobe Bryant di laga NBA All Stars terakhirnya. Foto: Soobum Im-USA TODAY Sports via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kobe Bryant di laga NBA All Stars terakhirnya. Foto: Soobum Im-USA TODAY Sports via Reuters

30 Desember 2019, Luka Doncic paham sepaham-pahamnya mengapa Kobe Bryant spesial. Ketika itu, Doncic sedang bertanding bersama timnya, Dallas Mavericks, di laga NBA melawan Los Angeles Lakers.

Jangan berfantasi terlalu liar. Bryant tidak melompat masuk ke tengah lapangan, mengambil alih kendali laga, dan mencetak poin demi poin yang menghantam Mavericks. Bryant tetap duduk anteng bersama putrinya, Gianna Maria-Onore Bryant, menonton laga di courtside Staples Center.

Singkat cerita, Doncic melakukan inbounding pass di depan Bryant. Saat bersiap-siap melempar, Doncic mendengar Bryant berbicara kepadanya. Dalam bahasa Slovenia. Oke.

Penggawa Dallas Mavericks, Luka Doncic. Foto: Chris Nicoll-USA TODAY Sports/REUTERS

Doncic orang Slovenia. Tentu ia paham apa yang dikatakan Bryant kepadanya. Yang tidak ia pahami adalah mengapa Bryant mau repot-repot belajar bahasa Slovenia. Coba hitung-hitung lagi berapa besar kemungkinan kau bertemu dengan orang Slovenia yang mengharuskanmu bicara dalam bahasanya secara fasih.

Pengalaman macam ini tidak bakal disia-siakan Doncic. Tak cuma berfoto dengan Bryant, Doncic pun menyempatkan diri berfoto bersama Gianna. Bagi Gianna ini momen spesial. Doncic adalah satu dari lima pebasket favorit Gianna.

Meski berlaga sebagai pebasket NBA, Bryant tumbuh besar di Eropa. Menghabiskan masa kecil di Italia, Bryant lancar berbahasa Italia. Tak cuma itu, bahasa Spanyol pun dilahapnya. Kejutan Bryant belum selesai karena dia juga bisa bicara dalam bahasa Serbia dan Slovenia.

X post embed

Ada banyak pilihan bahasa yang bisa dipelajari. Italia dan Spanyol adalah pilihan masuk akal, terlebih jika kau menghabiskan waktu lama di sana. Masih ada bahasa Belanda, Jepang, atau Portugis, tetapi Bryant malah memilih belajar bahasa Slovenia.

Selidik punya selidik, Bryant belajar bahasa Slovenia dari rekan setimnya, Sasha Vujacic. Tujuannya sederhana. Ia ingin bisa berkomunikasi lancar dengan rekan-rekan setimnya yang berasal dari Eropa.

Barangkali Bryant tak mau permainan timnya rusak hanya karena ia tidak bisa berkomunikasi lancar dengan teman-temannya. Menjadi manusia multilingual ternyata tidak mustahil bagi Bryant.

Legenda NBA, Kobe Bryant. Foto: Timothy A. CLARY / AFP

Pertemuan itu barang kali menjadi terakhir kalinya Doncic bertemu dengan Bryant dan Gianna secara langsung. Minggu (26/1/2020) waktu setempat atau Senin (27/1/2020) WIB, Bryant dan Gianna meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Basket, Bryant, dan ingatan pada akhirnya akan saling berpagutan dalam benak Doncic. Dalam waktu-waktu tertentu, dalam jam-jam tak tertebak, Bryant akan hidup dan muncul lagi. Tidak lama, hanya tiga atau lima detik.

Kobe Bryant tidak akan datang kepadanya dalam rupa ingatan menyedihkan, tetapi dalam bentuknya yang paling menyenangkan, sebagai Kobe Bryant yang berbicara kepadanya dalam bahasa Slovenia.