Lando Norris Desak Formula 1 Atasi Perundungan Online

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lando Norris. Foto: Florion Goga/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Lando Norris. Foto: Florion Goga/Reuters

Pembalap McLaren Lando Norris mendesak manajemen Formula 1 dan perusahaan media sosial untuk mengambil tindakan nyata dalam mengatasi perundungan di ranah digital. Pernyataan keras ini muncul setelah dirinya menerima gelombang pesan kebencian yang luar biasa di internet menyusul insiden balapan di Baku.

Norris sebelumnya sempat melayangkan kritik tajam terhadap pembalap Alpine Franco Colapinto setelah kecelakaan yang mengakhiri balapannya di Grand Prix Azerbaijan. Meskipun ia telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun pribadinya, serangan daring dari para netizen tetap tidak terbendung.

Desakan Tindakan Nyata untuk Platform Digital

Norris merasa bahwa platform media sosial dan penyelenggara olahraga harus bekerja sama lebih erat untuk menghentikan perilaku toksik para penggemar. Ia menilai batasan antara dukungan fanatik dan pelecehan personal kini sudah sangat kabur di dunia maya.

Pembalap asal Inggris tersebut menyatakan keprihatinannya mengenai situasi ini yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran seorang pendukung olahraga. “Saya pikir kita melihat lebih banyak hal ini karena social media adalah tempat yang sangat mudah untuk membagikan opini, tetapi pelecehan daring dan ancaman pembunuhan jelas sudah melampaui batas sebagai penggemar olahraga,” ujar Norris saat menjelaskan alasannya meminta maaf.

Meskipun menyesali perkataan emosionalnya setelah balapan, ia menegaskan tidak akan berhenti menyuarakan pendapatnya secara jujur di masa depan. Ia sadar betul bahwa keputusan bersuara di ruang publik selalu membawa konsekuensi pro dan kontra yang tidak bisa dihindari.

Respons Franco Colapinto Terhadap Kritik Publik

Di sisi lain, Franco Colapinto mengaku cukup terkejut dengan reaksi publik yang sangat masif setelah kritik yang dilontarkan oleh Norris di media. Pembalap muda tersebut memahami bahwa komentar panas di lintasan sering kali keluar secara spontan karena tekanan balapan yang tinggi.

Colapinto sendiri telah menerima permintaan maaf Norris dan berharap situasi ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pembalap dalam menjaga ucapan mereka. “Sayangnya, dia juga mendapatkan banyak kebencian dari hal itu dan saya merasa ini adalah situasi yang rumit dengan dunia luar sehingga kita harus lebih berhati-hati,” ungkap pembalap Argentina tersebut.

Penggemar Colapinto memang dikenal sangat vokal di media sosial, bahkan sempat menyerang rekan setimnya sendiri, Pierre Gasly, pada balapan sebelumnya. Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya reaksi negatif netizen menyebar hingga menyasar keluarga dan kerabat terdekat para atlet.

Komitmen Bersama Melawan Perilaku Toksik

Masalah perundungan ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia olahraga motor, namun perkembangannya kian mengkhawatirkan seiring meningkatnya akses internet. Federasi Otomotif Internasional telah mendirikan komisi khusus bernama United Against Online Abuse untuk melindungi ekosistem balap dari dampak buruk komentar jahat.

Komisi tersebut bertujuan merancang dan menerapkan tindakan praktis untuk melindungi para pembalap, jurnalis, hingga ofisial dari ancaman di dunia maya. Seluruh pembalap Formula 1 juga telah menyatakan dukungan kolektif mereka terhadap gerakan ini demi menjaga integritas kompetisi.

Colapinto juga menambahkan bahwa para pembalap terus berupaya memperbaiki situasi ini secara mandiri meski kontrol penuh tetap berada di tangan masing-masing individu pengguna internet. Kampanye kesadaran digital diharapkan mampu menekan angka kekerasan verbal agar iklim olahraga tetap sehat dan inklusif.