LeBron James dan Tyronn Lue Optimistis Cavaliers Bisa Lolos ke Playoff

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tyronn Lue berdiskusi dengan LeBron. (Foto: Trevor Ruszkowski-USA TODAY Sports via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Tyronn Lue berdiskusi dengan LeBron. (Foto: Trevor Ruszkowski-USA TODAY Sports via Reuters)

Sejak akhir Desember 2017 hingga awal Februari 2018, Cleveland Cavaliers kembali mengulang inkonsistensi penampilan yang mereka tunjukkan di awal musim ini.

Dari 18 laga terakhir mereka sejak 25 Desember lalu, Cavs telah menderita 12 kekalahan. Teranyar, mereka dipermalukan Houston Rocekts, Sabtu (3/2) pagi WIB, dengan skor telak 88-120. Dengan hasil itu, Cavs turun ke posisi tiga klasemen Wilayah Timur dengan rekor menang-kalah 30-21.

Hal tersebut menjadi anomali bagi Cavs di musim ini, karena alih-alih menjadi unggulan teratas di Wilayah Timur, mereka justru kian dekat keluar dari zona playoff. Cavs hanya terpaut lima kemenangan dari Detroit Pistons di posisi kesembilan. Masalahnya Pistons pun tengah menanjak performanya setelah kedatangan Blake Griffin.

Menurunnya performa Cavs kali ini jelas menjadi pertanyaan baru, karena sejak awal tahun mereka sudah diperkuat oleh para pemain-pemain andalannya macam Isaiah Thomas dan Derrick Rose --yang sebelumnya menepi karena cedera.

Salah satu sektor yang jadi perhatian adalah pertahanan Cavs yang kian memburuk di awal tahun ini. Sisi minor itu memungkinkan tim lawan bisa mencetak hingga 118 poin per laga, delapan kali lebih banyak sejak 19 Desember 2017. Cavs pun menjadi tim dengan defensive rating terburuk di liga.

Dengan 31 laga tersisa di musim reguler, Cavs sudah pasti harus menemukan solusi jitu untuk mengatasi masalah ini. Terlebih dengan menepinya Kevin Love karena cedera, membuat komposisi skuat Tyronn Lue kembali berubah. Jae Crowder yang didaulat sebagai forward menggantikan Love dan Thristan Thompson, yang digeser kembali sebagai starter di posisi center, tak menunjukkan penampilan terbaik mereka.

Kendati demikian, Lue, selaku pelatih Cavs masih menaruh harap dan optimistis akan peluang timnya lolos ke babak playoff. Lue juga menegaskan tidak akan melakukan perekrutan anyar jelang deadline transfer berakhir tiga hari lagi.

"Kami masih akan berusaha lolos ke babak playoff, tentu saja tidak akan keraguan akan hal itu. Ini masih terlalu awal, tapi saya tidak berpikir kita telah keluar dari perburuan tempat di playoff," kata Lue seperti dilansir ESPN.

"Kami akan melihat apa yang kami punya dan apa yang akan terjadi dengan itu. Jadi, saat ini kami akan tetap dengan skuat yang ada dan bermain lebih baik. Lebih konsenterasi saat bertahan dan terus berusaha lebih baik," tambahnya.

X post embed

Hal senada juga dilontarkan oleh LeBron James.

"Saya berharap demikian. Saya rasa tidak ada di tim ini yang tidak berusaha untuk lolos ke babak playoff," ujarnya.

"Kami selau bersiap. Kami profesional dan akan keluar untuk bermain sebaik mungkin. Kami masih berada di posisi yang baik di mana kami bisa bermain dengan baik sebelum jeda All-Star dan kami akan coba mempertahankan itu," tutup James.

Lue dan LeBron boleh saja optimistis dengan posisi Cavs saat ini, akan tetapi melihat lawan-lawan mereka sebelum jeda All-Star 16 Februari mendatang, langkah mereka dapat dipastikan akan sulit. Cavs hanya akan menghadapi dua gim cukup mudah melawan Orlando Magic dan Atalanta Hawks. Sedangkan di tiga laga lain, Cavs menghadapi Boston Celtics, Minnesota Timberwolves, dan Oklahoma City Thunder.

Jika Cavs kembali tergelincir dan inkonsistensi penampilan ini berlanjut di sisa musim reguler, sementara tim-tim papan tengah macam Pistons justru menanjak, bukan tidak mungkin Cavs tidak bisa melaju ke babak playoff dan gagal untuk tampil di final wilayah.