Legenda Catur Ini Pernah Dihipnotis Lawan saat Duel Kejuaraan Dunia

Viktor Korchnoi dan Anatoly Karpov pernah dua kali bertemu dalam perebutan gelar juara dunia catur. Pertemuan pertama mereka yang terjadi pada 1978 silam adalah yang teraneh.
Duel yang dihelat di Filipina tersebut itu berjalan dengan sengit. Tensi sudah memanas sebelum laga dimulai, di mana Karpov menolak berjabat tangan dengan Korchnoi.
Sebagai informasi, Korchnoi meninggalkan Uni Soviet dan berpindah kewarganegaraan ke Swiss dua tahun sebelum laga tersebut. Alhasil, ia dianggap sebagai musuh masyarakat.
Dalam duel tersebut, Korchnoi mengenakan kacamata cermin. Karpov di lain sisi memiliki seorang ahli hipnotis di dalam timnya yang duduk di barisan depan.
Alasan Korchnoi mengenakan kacamata cermin adalah untuk menghindari kebiasaan Karpov yang suka menatap mata lawan lekat-lekat saat bermain.
Dan penonton yang aneh itu bernama Vladimir Zoukhar, seorang psikolog militer. Kehadirannya telah menarik perhatian Korchnoi selama pertandingan.
"Seseorang yang aneh muncul! Dia duduk di salah satu barisan depan dan menatap saya, mencoba menarik perhatian saya. Dan hubungannya dengan Karpov tak dapat disangkal," tulis Korchnoi dalam bukunya.
"Dia duduk di sana selama lima jam tanpa henti, tak tergoyahkan, seperti robot. Orang bisa merasakan sesuatu sedang berlangsung di benaknya!" lanjutnya.
Gerak-gerik Zoukhar yang tak biasa membuat Korchnoi semakin yakin. Pasalnya, orang itu selalu menatap matanya terus menerus.
Selain itu, Zoukhar yang awalnya duduk tegak mulai bersandar dan menutup matanya saat Korchnoi sedang menganalisis papan catur. Di saat yang sama, Karpov bergoyang-goyang di kursinya.
Korchnoi juga terganggu oleh tim Karpov yang memberinya yogurt selama pertandingan. Ia melihat hal itu menjadi sebuah petunjuk bidak mana yang harusnya dijalankan.
Selama pertandingan, Karpov terus menggoyang-goyangkan kursinya, membuat Korchnoi mundur ke belakang panggung untuk menganalisis bidak dengan tenang.
Pada gim ke-17, Karpov telah unggul empat game. Korchnoi yang frustasi kemudian meminta enam baris pertama di gedung tersebut dikosongkan.
Akan tetapi, Zoukhar tetap berada di depan, di baris ketujuh. Ia dikelilingi oleh pejabat dan agen Uni Soviet lain.
Dengan kondisi tersebut, Korchnoi mampu menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
"Saat Zoukhar berada di dekat panggung, Karpov memenangkan lima pertandingan melawan daya dan hanya kalah satu, dan dari poin tersebut, Zoukhar disingkirkan, saya memenangkan empat pertandingan," tulis Korchnoi.
Pada laga pemungkas, saat kedudukan imbang 5:5, Zoukhar tiba-tiba merangsek ke barisan depan. Hal ini dirasa terlalu berlebihan untuk Korchnoi.
Ia kemudian mengamuk, berdebat dengan otoritas turnamen selama 15 menit, dan benar-benar kehilangan ketenangannya.
Korchnoi mulai tertinggal dan menggunakan haknya untuk menunda permainan. Akan tetapi ia tak pernah berhasil menenangkan diri dan menolak untuk menyelesaikan permainannya.
Pertandingan berakhir, duel tersebut dimenangkan Karpov dengan skor 6:5. Dengan itu, Karpov berhasil mempertahankan gelar juara dunianya.
****
