kumparan
23 Okt 2018 12:53 WIB

Leukemia Paksa Roman Reigns Tanggalkan Sabuk Universal Champion WWE

Roman Reigns (Foto: Flickr)
Roman Reigns adalah pegulat hebat, tetapi itu bukan berarti dia dicintai seluruh pencinta gulat.
ADVERTISEMENT
Sebab utama pegulat yang masih satu marga dengan Dwayne Johnson ‘The Rock’ ini tak disukai sebagian penggemar gulat karena dirinya di-overpushed. Artinya, dia terus menerima kesempatan untuk menjadi pengisi main event dalam Pay-Per-View dari WWE.
Namun, penampilan Reigns begitu berbeda ketika menuju ring dalam episode teranyar Monday Night RAW di Izod Center, Senin (22/10/2018) malam waktu New Jersey. Meski 'Si Anjing Besar' tetap membawa sabuk Universal Champion yang dia dapatkan usai kalahkan Brock Lesnar di Summerslam, Agustus silam, ada yang membuatnya tampak tidak seperti biasanya.
Rambut gondrongnya terikat dan tak terlihat klimis, dan Reigns menggunakan kaus lengan pendek yang menutup tatonya. Selain itu, dia tak mengenakan rompi antipeluru yang selama ini jadi ciri khasnya. Hal lain yang berbeda dan perlu disinggung, adalah arloji yang memeluk tangan kirinya dan kalung rantai melingkari lehernya.
ADVERTISEMENT
Tak lama Reigns berada di tengah ring. Di situlah, dia mengungkap jika yang hadir di tengah ring itu bukanlah Roman Reigns karakter ciptaan WWE, melainkan manusia di baliknya: Joe, atau nama lengkapnya, Leati Joseph Anoa’i. Joe membongkar kayfabe-nya sendiri demi sebuah alasan yang penting.
“Saya merasa saya perlu mengucapkan permintaan maaf. Selama berbulan-bulan, atau mungkin lebih tepatnya bertahun-tahun, saya berbicara sebagai Roman Reigns. Saya bilang banyak hal, seperti saya akan bertarung setiap minggunya. Atau saya ingin menjadi juara, dan saya akan konsisten,” kata Joe.
“Tapi, semua itu bohong. Itu bohong, karena di dunia nyata, nama asli saya adalah Joe dan saya telah bertarung dengan leukemia selama 11 tahun terakhir. Sialnya, sekarang bedebah itu kembali. Karena itu, saya tak bisa melakukan tugas saya sebagai pemegang sabuk Universal Championship. Hari ini, saya akan menyerahkan kembali sabuk ini," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Di saat itulah, para penggemar gulat tak lagi terpecah pandangannya. Menggema teriakan kekecewaan di Izod Center. Beberapa kali kamera memperlihatkan suporter gulat yang mematung seperti baru melihat hantu di siang bolong.
Setelah itu, Joe bercerita bagaimana leukemia berusaha keras mematahkan semangat hidupnya. 11 tahun lalu, Joe berusia 22 tahun dan saat itu dia tak memiliki pekerjaan. Padahal, dia memiliki kekasih yang tengah mengandung anaknya.
Tuhan memang baik. Pada akhirnya, gulat memberikannya kesempatan untuk kembali berharap kepada kehidupan. Kesempatan-kesempatan yang tak dia sia-siakan ini pada akhirnya mengantarkannya untuk debut di RAW pada 2012.
“Saya tak peduli apakah kalian bersorak atau mencemooh saya. Yang saya peduli, adalah kalian selalu merespons kelakuan saya. Terima kasih banyak,” imbuh Joe. Penonton bertepuk tangan dan berteriak 'terima kasih, Roman' secara ikhlas.
ADVERTISEMENT
Joe berharap ini bukan pidato perpisahannya. Karena di lubuk hatinya, pegulat kelahiran Florida ini yakin dia masih bisa mengalahkan leukemia sekali lagi. Setelah itu, barulah Joe meletakkan sabuk Universal Champion-nya di tengah ring sebagai pertanda sabuk itu tak lagi menjadi miliknya.
Dia kemudian meninggalkan ring, menyalami suporter gulat satu per satu. Sebelum pada akhirnya, bertemu dengan Dean Ambrose dan Seth Rollins, dua sahabatnya yang tergabung dalam trio The Shield. Air mata mengucur deras dari wajah ketiganya. Setelah itu, barulah ketiga pegulat itu saling mendekatkan kepal tangannya; sebuah gerakan khas dari stable tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan