Lewat Duel Sengit, Chen Long Kalahkan Tommy Sugiarto

Entah apa yang ada di pikiran Tommy Sugiarto begitu undian laga Indonesia Open 2019 keluar. Yang menjadi lawannya di babak pertama adalah legenda hidup bulu tangkis China, Chen Long.
Tapi, mau bagaimana lagi? Bagi para petarung bulu tangkis, siapa pun yang menjadi lawan harus dihadapi. Dan benar saja. Tommy menampilkan perlawanan impresif melawan Chen Long.
Sayangnya, perlawanan itu belum cukup untuk menghentikan Chen Long. Tommy menelan kekalahan 20-22, 21-14, 17-21 pada Rabu (17/7/2019).
Usai kedudukan ketat 4-4 di gim pertama, Tommy akhirnya keluar dari tekanan Chen Long. Terbukti, ia berhasil menjaga jarak hingga enam margin, mematrikan keunggulan 11-5.
Tommy tidak bermain kepalang trengginas dalam kurun ini. Serangannya tidak menggebu-gebu, tetapi efektif menyasar sudut-sudut yang tidak tertebak Chen Long.
Dengan postur menjulang, Chen Long tidak akan kesulitan menjelajah area permainannya sendiri. Tapi, tentu ada syaratnya. Ia harus bisa menebak dulu ke mana arah serangan Tommy. Syarat inilah yang tak berhasil dipenuhi di sepanjang paruh pertama gim pertama.
Mala mulai mengancam Tommy seusai interval. Pasalnya, Chen Long berhasil mengamankan empat poin beruntun lewat tiga pertarungan reli panjang.
Nah, bukannya tak mungkin cara ini bakal dipakai Chen Long. Terkenal sebagai pemain dengan stamina di atas rata-rata, bisa saja Chen Long menghajar Tommy dengan menguras tenaganya lewat laga reli panjang.
Chen Long juga cukup berani untuk menempatkan shuttlecock ke sudut lapangan. Skema permainan seperti ini bisa menjadi senjata balik karena bukannya tidak mungkin perhitungan Chen Long salah sehingga shuttlecock malah dinyatakan out.
Perhitungan profesional dan awam seperti kita memang berbeda. Skema macam ini tak cuma membuat Chen Long menyamakan kedudukan, tapi juga memimpin balik 13-12.
Ketika Tommy memimpin tipis 15-14, Chen Long berusaha menggiring laga pada permainan reli panjang. Tantangan diterima, Tommy meladeni reli panjang Chen Long.
Permainan cepat Chen Long adalah warna paling dominan di reli ini. Tommy merapatkan pertahanan dan tidak terburu-buru menyerang balik. Begitu kendali serangan berhasil direbut, Tommy langsung melepaskan smash jauh tanpa berlama-lama menguasai shuttlecock.
Serangan itu mungkin tidak secepat lesakan Chen Long. Tapi, efek kejutnya yang membuat Chen Long tidak sanggup mengantisipasi.
Chen Long belum kehilangan magi. Tidak percaya? Lihat lagi seperti apa cara yang digunakannya untuk menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Memancing Tommy dalam adu kuat permainan defensif, Chen Long menghentak dan melancarkan jumping smash yang begitu berenergi.
Pukulan itu sebenarnya menyasar area yang bisa saja terjangkau oleh Tommy. Tapi, kekuatan dan kecepatan adalah penyebab mengapa Tommy tidak dapat menyambut pukulan Chen Long.
Tommy berhasil memaksa laga ke deuce 20-20 dengan memancing Chen Long beradu sabar dalam permainan reli tanpa pukulan cepat. Tommy berulang kali mengangkat shuttlecock, berusaha menggiring Chen Long dalam permainan tempo lambat, tapi berdurasi panjang.
Pukulan-pukulan tinggi tersebut sepintas menjadi makanan empuk bagi Chen Long. Pemain bertubuh jangkung sepertinya tentu akan mudah menyambut pengembalian Tommy yang demikian.
Entah bagaimana detailnya, yang jelas Tommy berhasil memancing Chen Long melakukan kesalahan sendiri. Seperti kehilangan fokus, pukulan Chen Long yang juga tak kencang-kencang amat malah dinyatakan out.
Sayangnya, Tommy kehilangan gim pertama. Chen Long merengkuh kemenangan 22-20.
Belum, Tommy belum habis. Kekalahan di gim pertama tidak membuatnya memasuki gim kedua dengan mental kerdil. Keunggulan 5-2 ditancapkannya dengan cara yang asyik. Chen Long dibuatnya kerepotan dengan jumping smash bertubi-tubi sebelum tak berdaya dengan smash jauh yang tak terjangkau.
Pun ketika ia membukukan keunggulan 7-3. Kalau diperhatikan, pukulan Tommy serba-tanggung, tapi entah kenapa tidak bisa dikembalikan oleh Chen Long. Jangankan mengembalikan, menggapai shuttlecock kiriman Tommy saja Chen Long tidak sanggup.
Chen Long sempat memprotes umpire ketika ia mengesahkan torehan poin kedelapan Tommy. Chen Long menganggap, shuttlecock kiriman Tommy out.
Situasi serupa muncul lagi ketika Tommy melesakkan smash jauh yang mengubah kedudukan menjadi 9-5. Di mata Chen Long, shuttlecock itu sudah terlempar di luar garis. Protes diajukan, tapi umpire bergeming.
Perlahan, tapi pasti, Tommy mulai menancapkan dominasinya. Pukulan-pukulan menukik mulai sering muncul seusai interval. Salah satunya ketika ia menyegel kedudukan 14-9.
Tommy melepaskan rangkaian smash yang ditutup dengan pukulan menyasar tubuh Chen Long. Sang lawan tak menduga serangan macam itu bakal datang karena dalam prosesnya, Tommy justru melepaskan serangan menyilang.
Ngomong-ngomong soal pukulan menyilang, ini menjadi senjata Tommy untuk mematikan langkah Chen Long terlebih dahulu. Salah dua prosesnya muncul ketika ia hendak menyegel keunggulan 18-14 dan game point 20-14.
Berpikir Chen Long bakal kesulitan menghadapi variasi serangannya, Tommy kembali menginisiasi reli dengan serangan menyebar ke segala arah.
Ia pun tak ragu untuk mengubah permainan pukulan panjang ke pukulan tanggung. Peralihan inilah yang pada akhirnya menjadi senjata makan untuk mematikan Chen Long.
Terlambat mengambil posisi ke area lapangan tengah, Chen Long tak berhasil menyambut pukulan Tommy. Torehan ini bertambah manis karena Tommy menutup gim kedua dengan kemenangan 21-14.
Oke, ini gim penentuan. Kesalahan sedikit saja bukannya tak mungkin menyingkirkanmu dari turname seprestisius Indonesia Open.
Chen Long belum menghentikan perlawanan. Serangan-serangannya jauh lebih efektif ketimbang gim kedua. Tanpa ragu ia memutus bangunan reli yang digagas Tommy. Kecenderungannya, ia memanfaatkan smash jauh untuk memetik angka. Taktik ini jitu karena mengantarkan Chen Long unggul 8-5 hingga 11-6.
Permainan Chen Long cukup tersendat usai interval. Tommy melesat dengan mengamankan lima poin beruntun. Chen Long sempat memimpin 13-11, tapi Tommy bangkit dan memancing Chen Long melakukan dua kesalahan beruntun. Situasi itu bahkan berlanjut ketika Tommy menggeser kedudukan papan skor menjadi 14-14.
Dalam situasi segenting, kesalahan sekecil apa pun bisa mengubah arah angin. Untuk kasus pertandingan ini, pukulan Chen Long yang malah jatuh di bidang sendiri memberikan kans lebar untuk Tommy. Kesalahan Chen Long itu membuat Tommy menempel ketat 16-17.
Yang melakukan kesalahan di situasi genting tak cuma Chen Long. Tommy juga demikian. Tommy dapat meladeni perlawanan reli panjang Chen Long. Bahkan ia membuat CHen Long dua kali hampir terpeleset.
Tapi, Chen Long tetaplah Chen Long. Ada alasan mengapa jagat bulu tangkis menjulukinya sebagai legenda hidup. Peduli setan dengan jatuh-bangun, Chen Long tetap mengejar shuttlecock dan mengembalikan pukulan Tommy.
Upaya itu tak sia-sia karena setelahnya, keadaan berbalik. Chen Long memegang kendali bahkan menutup serangannya dengan smash yang terlambat diantisipasi Tommy. Keunggulan 18-16 jadi milik Chen Long.
Keberhasilan Chen Long menambah keunggulan menjadi 19-16 juga tidak lepas dari kesalahan Tommy. Dalam momen ini, kesalahan Tommy adalah penempatan shuttlecock yang tak benar hingga pukulannya dinyatakan out.
Chen Long tentu hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menyudahi laga ketika mengamankan match point 20-16. Momentum itu datang ketika Tommy melepaskan smash kencang yang lagi-lagi menyasar sudut lapangan.
Begitu shuttlecock mendarat, Chen Long langsung bersorak. Ia menganggap shuttlecock itu sudah terjatuh di luar bidang permainan nomor tunggal. Namun, umpire justru menganggap shuttlecock terjatuh dulu tepat di garis tepi, lalu bergeser ke batas nomor ganda. Chen Long kembali melempar protes, tapi umpire tak menunjukkan tanda-tanda mengubah keputusan.
Ya, sudah. Apa boleh buat, laga mesti berlanjut. Chen Long tentu tak mau lagi membuang momentum. Terlebih, suporter Indonesia makin menjadi-jadi. Di momen ini mereka malah meneriakkan "Tommy bisa! Tommy bisa!" untuk mendukung sang jagoan.
Reli panjang kembali digagas, kali ini didominasi oleh permainan net. Keputusan ini jitu betul untuk Chen Long. Tommy melakukan kesalahan sendiri sehingga gim ketiga tuntas dengan kemenangan 21-17 untuk Chen Long.
