Mantan Presiden Ferrari Kritik Sifat Fernando Alonso

27 Maret 2019 20:28 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Fernando Alonso melaju bersama F14 T Ferrari di GP Abu Dhabi 2014. Foto: MARWAN NAAMANI/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Fernando Alonso melaju bersama F14 T Ferrari di GP Abu Dhabi 2014. Foto: MARWAN NAAMANI/AFP
ADVERTISEMENT
Meski sudah ngalor-ngidul ke berbagai tim jempolan di Formula 1 (F1), Renault Team akan selalu jadi yang terbaik bagi bintang balap Spanyol, Fernando Alonso.
ADVERTISEMENT
Ya, dua gelar juara dunia pada 2005 dan 2006 semuanya direngkuh kala mantan pebalap ini tampil membela Mild Seven Renault F1 Team.
Selain Renault, sejak debut di balap mobil paling prestisius pada 2001, Alonso sudah menjajal banyak jet darat dari penampilannya bersama Minardi, McLaren, hingga Ferrari.
Tim terakhir, sayangnya memiliki kesan kurang baik saat sang pebalap bergabung selama lima musim pada 2010 hingga 2014.
Teranyar, komentar keluar dari mulut Luca Cordero di Montezemolo, sosok penting di Ferrari. Mantan presiden perusahaan asal Italia itu menuding sikap Alonso-lah yang menutup prestasinya di Ferrari.
"Pertama, sejujurnya, dia (Alonso) kurang beruntung di Ferrari, sementara di saat yang sama, Red Bull hampir menyamai Ferrari era 2000-an," kata Montezemolo seperti dilansir Motorsport.
ADVERTISEMENT
"Kedua, saya tidak suka bilang ini, tapi dia memang tidak beruntung. Dia kehilangan gelar di Brazil pada 2012 ketika Sebastian (Vettel) mengalami insiden dengan (Bruno) Senna, atau ketika kami bernasib buruk di 2010 saat seharusnya bisa finis keempat."
"Dan ketiga, adalah (karena) karakternya. Perbedaan mendasar antara Michael (Schumacher) juga Niki (Lauda), adalah dia Alonso (pribadi, red) bukan Alonso (bersama) Ferrari," tegas Montezemolo.
Fernando Alonso bersama Tim Ferrari di GP Abu Dhabi 2014. Foto: Tom Gandolfini/AFP
Lebih lanjut, sifat egosentris Alonso itu paling terlihat ketika dirinya mengalami masalah saat balapan. Montezemolo pun tidak mengapresiasi kedekatan Alonso bersama tim hanya di momen yang menyenangkan.
"Ketika dia (Alonso) menang, dia senang. Tapi ketika kalah, itu menjadi masalah tim dan dia sangat kesal. Dia tidak dekat dengan tim seperti Michael dan Niki," ucap Montezemolo.
ADVERTISEMENT
"Terutama ketika mengalami momen sulit. Hanya dekat dengan tim saat momen bahagia adalah hal yang mudah," imbuhnya.
Nah, komentar Luca di Montezemolo terhadap Alonso sendiri sudah diketahui sang empunya nama. Lewat akun Twitter-nya, Alonso, malah menyerang F1, dan menjamin hubungannya dengan Ferrari baik-baik saja.
"Inilah alasan saya tidak follow akun ini. Hari ini kalian (F1) mengingatkannya lagi. Presiden (Montezemolo) tidak pernah bicara seperti itu. Terutama setelah saya menyumbang 80% poin bagi tim."
"Kami berjuang bersama selama balapan, dengan segenap hati dan bertarung hingga akhir musim kompetisi," ujar Alonso.
Sebagai balasannya, Montezemolo memberikan pernyataan lanjutan. Dilansir Motorsport, pria Italia ini mengatakan Alonso sebagai pebalap hebat.
"Dia pebalap yang fantastis, dia kehilangan gelar bukan karena kesalahannya. Di kondisi normal, tanpa kesalahan tim pada 2010, dan tanpa keberuntungan Vettel pada 2012, cerita akan berbeda," ujar Montezemolo.
ADVERTISEMENT
Alonso sendiri mengakhiri perjalanannya di F1 pada GP Abu Dhabi 2018. Selama berkarier di F1, Alonso sudah mengemas 32 kemenangan dan 22 pole position, serta 97 kali naik podium.
Kini, Fernando Alonso fokus berkarier di Indianapolis 500 atau yang tenar dengan nama Indy 500, masih bersama McLaren, tim terakhirnya di F1.