kumparan
10 November 2019 18:06

Marcus/Kevin Juara Fuzhou China Open 2019

Fuzhou China Open 2019, Kevin dan Marcus Gideon, POTRAIT
Psangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, di Fuzhou China Open 2019. Foto: Dok. PBSI
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mempertahankan gelar China Open di edisi 2019 ini. Menghadapi wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Minggu (10/11/2019) sore WIB, Marcus/Kevin menang 21-17 dan 21-9.
ADVERTISEMENT
Bagi Marcus/Kevin, selain mempertahankan gelar, keberhasilan menjuarai Fuzhou China Open 2019 ini juga berarti kesuksesan mempertahankan tren. Sebelumnya, pada akhir Oktober lalu, mereka berhasil menjadi juara French Open. Adapun, gelar China Open ini adalah gelar ke-8 mereka sepanjang 2019.
***
Begitu cepat pertandingan ini berjalan. Empat pemain yang berada di lapangan tampil sangat agresif pada awal gim pertama dengan pukulan-pukulan kerasnya. Hasilnya, baru enam menit laga berjalan, interval sudah dicapai.
Fuzhou China Open 2019, Kevin dan Marcus Gideon
Psangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, di Fuzhou China Open 2019. Foto: Dok. PBSI
Skor begitu cepat berubah dan di situ Marcus/Kevin selalu mampu mengungguli Kamura/Sonoda. Pasangan Jepang itu baru bisa menyamakan skor di angka 9-9, tetapi setelah itu, dengan cepat, Marcus/Kevin mampu unggul 11-9.
Pasca-interval, situasi berubah. Kedua pasangan tampak lebih siap menghadapi serbuan lawan-lawannya dan pada titik inilah reli panjang 44 pukulan tercipta. Reli itu sendiri dimenangi pasangan Indonesia untuk membuat skor berubah jadi 13-9.
ADVERTISEMENT
Perlahan, Kamura/Sonoda mulai bangkit. Mereka pun sukses menipiskan ketertinggalan menjadi 14-15. Namun, Kevin tidak tinggal diam. Dengan smes kerasnya, dia mencetak poin ke-16.
Sampai di sini, pertandingan benar-benar berjalan seimbang. Detail kecil pun akhirnya jadi penentu. Dua kali Kamura/Sonoda gagal menaklukkan Marcus/Kevin dalam permainan net dan inilah yang membuat pasangan Indonesia bisa mencapai game point 20-17.
Fuzhou China Open 2019, Kevin dan Marcus Gideon
Psangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, di Fuzhou China Open 2019. Foto: Dok. PBSI
Kemenangan pun kemudian bisa dikunci Marcus/Kevin tanpa kesulitan berarti. Menyusul reli singkat, pukulan keras Marcus gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Sonoda dan skor 21-17 jadi penutup gim pertama.
Usai jeda beberapa saat, Kamura/Sonoda memulai gim kedua dengan cemerlang. Mereka menarget Kevin yang belum terlalu siap dan dari sini berhasil mencetak tiga angka pertama.
Marcus/Kevin tidak tinggal diam, tentunya. Mereka sukses mengumpulkan poin sekaligus memperkecil jarak dengan pasangan Jepang. Namun, dua kesalahan beruntun Kevin, yang terlalu terburu-buru dalam menyerang, membuat Kamura/Sonoda kembali unggul tiga angka.
ADVERTISEMENT
Penempatan posisi jadi problem Marcus/Kevin di sini. Pada paruh pertama gim kedua, tiga kali Kamura/Sonoda sukses mengeksploitasi ruang kosong untuk mencetak poin.
Marcus/Kevin
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di China Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Namun, Kamura/Sonoda juga tak sempurna. Mereka beberapa kali membuat kesalahan sendiri, utamanya kala mencoba melancarkan serangan balik. Akibatnya, Marcus/Kevin pun berbalik unggul. Skor 11-8 jadi penanda interval.
Momentum pun berbalik. Marcus/Kevin mampu mengeksploitasi kelemahan-kelemahan dalam pertahanan Kamura/Sonoda sehingga mampu mencetak enam poin secara beruntun. Keunggulan pun berubah jadi 17-8
Satu poin berhasil didapatkan Kamura/Sonoda setelah itu, tetapi poin tersebut pun hanya didapat dari blunder Kevin. Berikutnya, tiga poin lain sukses direbut Marcus/Kevin untuk mencapai championship point.
Nah, pada championship point ini, sebuah reli super panjang tercipta. Total, ada 54 pukulan yang tercipta dan ini semua ditutup dengan pukulan netting akrobatik yang gagal dikembalikan. Skor 21-9, sekaligus gelar juara, pun sukses diraih Marcus/Kevin.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan