Marcus/Kevin Menutup Fuzhou China Open 2019 dengan 4 Catatan Spesial

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganda putra Indonesia, Marcus/Kevin. Foto: Chalinee Thirasupa / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ganda putra Indonesia, Marcus/Kevin. Foto: Chalinee Thirasupa / AFP

Fuzhou China Open 2019 sudah selesai. Namun, ceritanya belum berhenti diperdengarkan. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi tokoh sentral yang berulang kali diperbincangkan.

Marcus/Kevin menutup turnamen dengan gelar juara ganda putra. Namun, ceritanya berhenti di situ. Ada empat catatan spesial yang dituliskan duo berjuluk Minions ini.

1) Empat gelar juara beruntun dalam satu turnamen level 500 ke atas yang sama

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di China Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI

Marcus/Kevin tidak sekadar datang untuk mempertahankan gelar juara Fuzhou China Open yang mereka segel pada 2018. Mahkota juara turnamen BWF level 750 ini sudah dipasangkan ke atas kepala mereka sejak 2016. Mereka menjadi juara berkat kemenangan 16-21, 26-24, dan 21-19 atas ganda China, Chai Biao/Hong Wei.

Pada 2017, gelar juara itu dipertahankan lewat keberhasilan mengalahkan Li Jun Hui/Liu Yu Chen, 21-14 dan 21-18. Pada 2018, giliran He Ji Ting/Tan Qiang yang dikalahkan 27-25, 17-21, dan 15-21.

Setelah tiga musim beruntun mengalahkan tiga wakil tuan rumah berbeda, Marcus/Kevin menundukkan ganda Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-17 dan 21-9, di final 2019.

2) Delapan gelar juara BWF World Tour 2019

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di podium tertinggi Fuzhou China Open 2019. Foto: Dok. PBSI

Kata orang, lawan terberat adalah diri sendiri. Kata Marcus/Kevin, lawan itu bukannya tidak bisa dikalahkan. Delapan gelar juara BWF World Tour 2019 adalah buktinya.

Pencapaian ini menjadikan Marcus/Kevin sebagai ganda putra pertama yang dua kali beruntun dalam dua musim merengkuh masing-masing delapan mahkota juara BWF World Tour. Sederhananya, Marcus/Kevin hanya membutuhkan satu musim untuk menyamai catatan yang mereka buat sendiri.

Bila diurutkan dari level terbesar, kedelapan gelar pada 2019 itu adalah Indonesia Open, China Open, Japan Open, Denmark Open, French Open, Fuzhou China Open, Malaysia Masters, dan Indonesia Masters.

Jika Marcus/Kevin menutup Hong Kong Open sebagai kampiun, itu berarti sembilan gelar juara dalam semusim. Delapan gelar juara yang diraih Marcus/Kevin pada 2019 juga menegaskan bahwa mereka tak pernah kalah di seluruh partai final yang dilakoni tahun ini.

3) Dua puluh kemenangan di Fuzhou China Open

Psangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, di Fuzhou China Open 2019. Foto: Dok. PBSI

Gelar juara pada 2019 memastikan Minions tidak pernah kalah dalam 20 pertandingan terakhir Fuzhou China Open.

Catatan panjang ini ditorehkan bahkan saat Fuzhou China masih berstatus sebagai turnamen Super Series. Artinya, Marcus/Kevin menjadi ganda putra yang terkalahkan di Fuzhou dalam empat tahun beruntun.

4) Ganda putra terbaik dunia lebih dari 120 minggu

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, di Fuzhou China Open 2019. Foto: Dok. PBSI

Catatan ini ada kaitannya dengan kekalahan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di perempat final Fuzhou China Open. Kekalahan di perempat final tadi memastikan Ahsan/Hendra tidak akan beranjak dari peringkat dua dunia hingga 2019 tuntas.

Itu berarti, Marcus/Kevin akan tetap jadi ganda putra terbaik dunia hingga 2019 selesai. Per 7 November 2019, status Marcus/Kevin sebagai ganda putra nomor satu dunia menginjak 'usia' 110 minggu. Kalau menghitung hingga 2019 beres, artinya Marcus/Kevin akan ada di puncak klasemen--minimal--120 minggu.

Keberhasilan itu membuat Marcus/Kevin melampaui rekor yang dicetak oleh legenda hidup Korea Selatan, Lee Yong-Dae/Yoo Yeon-Seong. Tadinya rekor itu dipegang oleh Yong-Dae/Yeon-Seong yang menjadi ganda putra terbaik dunia selama 117 minggu.