Maybank Marathon 2026, Ajang Lari Dunia yang Inklusif & Berkelanjutan

Ada pemandangan berbeda di kawasan Bali United Training Center, Gianyar, Bali, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sejak pukul 03:00 WITA, area seluas 30 hektare itu mulai dipadati ribuan pelari yang bersiap menaklukkan rute Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa.
Tahun ini, sebanyak 14.100 pelari dari 46 negara ambil bagian. Memasuki penyelenggaraan ke-15 sejak pertama kali digelar pada 2012, Maybank Marathon juga menyandang predikat Elite Label Road Race pertama di Indonesia dari World Athletics.
Rangkaian acara sudah dimulai sejak Jumat (21/8) dan Sabtu (22/8) lewat pengambilan race pack. Para peserta mendapatkan jersey, nomor dada (BIB), timing chip, wristband, serta berbagai produk pendukung dari sponsor.
kumparan turut merasakan atmosfer Maybank Marathon 2026 pada Minggu (23/8) dengan turun di kategori 10K. Kategori tersebut memulai flag-off pada pukul 06.00 WITA, setelah Marathon pada pukul 04.20 WITA dan Half Marathon pukul 05.30 WITA. Adapun kategori Wheelchair dilepas pada pukul 06.10 WITA.
Suasana meriah sudah terasa sejak garis start. Meski matahari belum terbit, sorak para pelari menggema di area perlombaan. Iringan gamelan Bali turut mengiringi dimulainya lomba.
Menaklukkan Tanjakan Gianyar
Rute Maybank Marathon 2026 dimulai dari jalan arteri Bypass I.B. Mantra sebelum membawa para pelari menyusuri kawasan pedesaan Gianyar. Sepanjang perjalanan, hamparan sawah hijau dan rumah-rumah tradisional Bali menjadi panorama yang menemani langkah para peserta.
Tak hanya memanjakan mata, udara pagi yang masih segar turut menghadirkan pengalaman berlari yang lebih rileks dan menyenangkan. Suasana ini pun menjadi semacam eskapisme dari hiruk-pikuk perkotaan, terutama bagi para pelari yang sehari-hari akrab dengan padatnya aktivitas kota.
Meski rute lari diwarnai sejumlah tanjakan yang cukup menantang, semangat para peserta tak lantas surut. Setiap langkah justru menjadi bagian dari upaya menaklukkan batas diri dan terus bergerak menuju pencapaian terbaik masing-masing.
Semangat ini sejalan dengan tema Maybank Marathon 2026, “Pace You Forward”, yang mengajak setiap pelari untuk berani menantang diri, melangkah maju, dan menemukan prestasi terbaiknya.
Terlebih, di beberapa titik sepanjang rute, hadir sejumlah cheering yang dimeriahkan oleh anak-anak dan warga yang antusias menyemangati para pelari. Beberapa dari mereka bahkan mengenakan pakaian adat dan busana tari tradisional, lengkap dengan alat musik yang seketika membuat rasa lelah para pelari terasa berkurang.
Energi para pelari pun tetap terjaga berkat kehadiran water station di setiap kilometer rute lari. Tak hanya membantu mengembalikan stamina, fasilitas ini juga menjadi penyemangat bagi peserta untuk terus melangkah, menaklukkan rute, hingga akhirnya mencapai garis finish.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan Maybank Marathon bukan sekadar ajang lomba lari. Lebih dari itu, event ini dirancang sebagai perhelatan maraton yang memadukan olahraga, pariwisata, dan semangat keberlanjutan, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Jadi, yang paling penting bukan hanya maratonnya, tetapi apa yang ditinggalkan oleh maraton tersebut. Itu menjadi hal yang penting bagi kami,” katanya.
Salah satu upayanya dilakukan melalui program Run for Charity, yang menjadi bagian dari inisiatif pemberdayaan masyarakat Maybank Marathon untuk mendukung kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Tahun ini, program tersebut diikuti 36 runner dan berhasil menghimpun dana hingga lebih dari Rp900 juta per Rabu, 26 Agustus 2026.
“Hal seperti ini harus terus kita tingkatkan ke depan sebagai bagian dari misi kami, Humanising Financial Services, untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat, pemerintah daerah, maupun orang-orang yang ada di sekitar kita melalui Maybank Marathon 2026,” jelasnya.
Ruang Setara untuk Pelari Disabilitas
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maybank Marathon 2026 kembali menegaskan komitmennya sebagai ajang lari yang inklusif melalui kehadiran kategori Wheelchair (kursi roda). Kategori ini membuka ruang bagi pengguna kursi roda untuk ikut merasakan atmosfer kompetisi dan pengalaman berlomba dalam ajang maraton berskala internasional.
Maybank Marathon juga merupakan ajang maraton di Indonesia yang konsisten menghadirkan kategori khusus wheelchair bagi atlet penyandang disabilitas. Kehadiran kategori tersebut menjadi wujud nyata semangat kesetaraan sekaligus komitmen untuk mendorong olahraga atletik yang semakin inklusif di Indonesia.
Semangat yang sama turut terasa dari keikutsertaan para pelari difabel, salah satunya Dhery Rachman (43). Bagi pelari asal Jakarta tersebut, Maybank Marathon 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang ini. Ia pun membagikan kesan dan tantangan yang dirasakan selama menaklukkan rute perlombaan.
“Tanjakannya pedes banget. Tapi memang sebagai runner, semua rute mesti dicobain dan di Bali ini udaranya bersih dan masyarakatnya juga seru. Tapi memang saya kan latihan menggunakan upper body, jadi itu membantu banget saat menghadapi jalanan atau rute yang curam,” ungkap Dhery.
Dhery juga mengapresiasi konsistensi Maybank Marathon dalam membuka ruang bagi pelari difabel dan atlet disabilitas untuk turut berpartisipasi dan merasakan pengalaman berlomba secara setara.
“Buat rekan-rekan saya yang mungkin kurang beruntung, sebenarnya mereka bisa. Hanya saja akan lebih baik kalau mereka diberikan kesempatan. Hanya itu yang mereka butuhkan, kesempatan. Kemauan mereka ada. Cuma, lagi-lagi, kami kaum difabel kadang suka minder dan merasa kurang mendapat perhatian. Aku thank you banget buat Maybank Marathon karena sudah memberikan kami ruang yang setara dengan para pelari lainnya,” ucapnya.
Aksi Nyata Program Berkelanjutan
Usai menuntaskan perlombaan, para peserta dapat bersantai di area race village yang membentang di lapangan hijau dengan latar pemandangan laut Pantai Purnama. Beragam tenant makanan dan minuman lokal, official merchandise, hingga booth sponsor dengan berbagai promo spesial turut meramaikan area tersebut.
Suasana semakin semarak dengan penampilan DJ Winky Wiryawan dan grup vokal NPD di panggung hiburan. Para peserta tampak ikut berjoget dan bernyanyi bersama, menikmati euforia setelah mencapai garis finish hingga membuat rasa lelah seolah terlupakan.
Menariknya, hadir juga Sustainability Pavilion yang menampilkan komitmen Maybank Marathon bersama masyarakat, komunitas, dan para mitra dalam mewujudkan aksi nyata keberlanjutan. Di paviliun khusus ini, para peserta bisa mendapat informasi dan berpartisipasi langsung dalam sejumlah program aksi keberlanjutan yang digagas Maybank Marathon.
Melalui gerakan "Meningkatkan Jejak Hijau", Maybank Marathon memperkuat komitmen keberlanjutannya pada edukasi pemberdayaan ekonomi masyarakat, inklusivitas sosial, hingga dekarbonisasi lingkungan, sejalan dengan target menuju Netralitas Karbon pada tahun 2030.
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menjelaskan strategi keberlanjutan Maybank Marathon dijalankan melalui tiga pilar yang saling memperkuat. Pada pilar pendidikan, Maybank Indonesia mendorong literasi keuangan berkelanjutan bagi ribuan siswa dan guru di Gianyar.
Sementara pada pilar pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui perluasan akses bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, antara lain lewat kategori Wheelchair, program Run for Charity, serta dukungan bagi pusat pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café.
Adapun, pilar lingkungan dan dekarbonisasi mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, edukasi, serta berbagai inisiatif pengurangan emisi yang melibatkan pelari, sponsor, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030,” kata Maria.
Sebelum puncak Maybank Marathon 2026, digelar juga Sustainability Day yang menyoroti berbagai inisiatif berkelanjutan dari Maybank Foundation yakni Maybank Women Eco-Weavers (MWEW), Jejak Hijau Desa Sanding, dan Piduh Charity Program.
Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) merupakan program unggulan Maybank Foundation yang melestarikan warisan tenun ASEAN dan mempromosikan Tekstil tenun tradisional secara berkelanjutan, sekaligus memberdayakan perempuan melalui kemandirian ekonomi dan inklusi keuangan, serta memperkuat masyarakat melalui mata pencaharian berkelanjutan.
Sementara itu, Jejak Hijau Desa Sanding adalah program yang berfokus pada upaya mendorong transformasi Desa Sanding menjadi desa berkelanjutan. Adapun, program Piduh Charity Program bertujuan memberdayakan 100 generasi muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim di Bali.
Project Director Maybank Marathon, Bambang Irawan, menegaskan bahwa memastikan setiap pelari merasa aman, nyaman, dan bangga menjadi bagian dari pengalaman Maybank Marathon mulai dari garis start hingga finish menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan ajang lari tahunan ini.
Ia pun memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen penyelenggara untuk menjaga dan meningkatkan standar kualitas Maybank Marathon dari tahun ke tahun. “Berbagai masukan akan menjadi bekal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas Maybank Marathon pada penyelenggaraan berikutnya,” tambahnya.
Tahun ini, Maybank Marathon memberikan total hadiah lebih dari Rp3 miliar untuk berbagai kategori. Adapun, masing-masing pemenang utama memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp260 juta untuk kategori Marathon Open dan Rp100 juta untuk kategori Marathon National.
Maybank Marathon 2026 menjadi bagian dari komitmen Maybank Indonesia dalam menghadirkan dampak positif yang lebih luas melalui olahraga. Selain mendorong gaya hidup sehat dan perkembangan ekosistem atletik, Maybank Marathon turut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
