Megawati Cuma Cetak 8 Poin saat Red Sparks Putus Tren Kekalahan, Kenapa?

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Megawati Hangestri Pertiwi saat membela tim voli Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Foto: KOVO
zoom-in-whitePerbesar
Megawati Hangestri Pertiwi saat membela tim voli Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Foto: KOVO

Red Sparks meraih kemenangan saat bertanding kontra Hi Pass dalam lanjutan Liga Voli Korsel di Gimcheon Gymnasium pada Senin (1/1). Skor akhir 3-1 (25-22, 20-25, 25-20, 25-23), di mana Megawati Hangestri cuma mencetak 8 angka.

Ini menghentikan rentetan kekalahan Red Sparks. Sebelum laga ini, mereka merasakan kekalahan 4 kali berturut-turut. Dengan kemenangan ini, Red Sparks kini mengumpulkan 27 poin di urutan kelima klasemen.

Dalam laga ini, Gia Milana tampil begitu produktif. Pevoli Amerika Serikat itu membukukan 30 poin, terbanyak dari pemain Red Sparks lain. Sementara, pemain lokal Lee So-young bisa mencetak 25 poin.

Lantas, apa yang membuat Megawati kesulitan meraup poin di laga ini? Intinya, serangan pevoli Timnas Indonesia itu kerap dihentikan oleh pemain Hi Pass asal Serbia, Vanja Bukilic.

Megawati Hangestri Pertiwi saat membela tim voli Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Foto: KOVO

“Formasi yang membuatnya kerap terhalang Bukilic. Megawati mengatakan, mungkin tidak bisa banyak menyerang di gim pertama. Megawati tetap mengambil tanggung jawab ketika servis dan selebihnya fokus bertahan dalam memblok servis," kata pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, dikutip dari Naver.

"Dari formasi yang ada, distribusi serangan yang tercipta rendah. Namun karena Megawati tidak banyak melakukan pukulan, dia pun tampak kehilangan konsentrasi," lanjutnya.

Ko menuntut peningkatan performa dari anak asuhnya. Tidak cuma Megawati Hangestri, ia juga meminta Gia dan Lee So-young tetap konsisten dan meningkatkan level permainan.

Megawati Hangestri Pertiwi saat membela tim voli Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Foto: KOVO

"Yang penting mulai sekarang adalah bagian yang paling mendasar. Efisiensi serangan formasi segitiga Megawati, Gia, dan Lee So-young harus ditingkatkan. Yang mengecewakan sejauh ini adalah kami bermain baik, namun kemudian kami melakukan serangkaian kesalahan ofensif dan kalah dalam sebuah gim," ujar Ko.

"Ini adalah sesuatu yang diketahui semua pemain. Mereka harus melatih diri untuk tidak melakukan kesalahan. Hal mendasarnya adalah kami perlu meningkatkan efisiensi serangan. Jika memiliki performa bagus, mereka tidak akan kalah dari siapa pun. Saya akan mempersiapkannya dengan baik,” tandasnya.