Menabrak Rossi, Aksi Balas Dendam Marquez untuk MotoGP Argentina 2015?

Perseteruan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di ajang MotoGP bukanlah hal baru. Hal itu bermula pada tahun 2015 dan kebetulan juga berlangsung di Grand Prix (GP) Argentina.
Awalnya, ya, sama-sama dari proses saling susul itu. Di Sirkuit Termas de Rio Hondo tiga tahun lalu itu, Marquez tengah memimpin balapan. Dari belakang, Valentino Rossi datang dan menempelnya dengan ketat. Susul-menyusul terjadi.
Pada sebuah tikungan, Rossi berhasil menyalip Marquez. Namun, Marquez tak mau kalah. Dia mencoba menyalip seniornya lagi. Namun, apa daya, Rossi lebih cerdik. Dia tiba-tiba melakukan manuver untuk menutup ruang agar Marquez tak bisa menyusul.
Imbasnya, bagian depan motor Marquez menyentuh bagian belakang motor Rossi. Marquez terjatuh, tergelincir ke gravel trap, sedangkan Rossi terus melaju dan pada akhirnya keluar jadi juara.
Dari situ, perseteruan Rossi-Marquez benar-benar dimulai. Sebab, di sisa musim 2015 dan musim-musim berikutnya, kedua pebalap top MotoGP itu kerap terlibat dalam beberapa situasi panas; mulai dari Philip Island 2015, Sepang 2015, dan sampai terakhir di Termas de Rio Hondo tahun ini.
Namun kali ini, Marquez yang boleh dikatakan jadi 'pemenang'. Dia yang berhasil membuat Rossi terjatuh, sehingga pebalap Movistar Yamaha itu hanya finis di posisi 19 pada balapan yang berlangsung pada Senin (9/4/2018) dini hari WIB tadi.
Dan situasinya juga berbalik, Marquez yang kali ini datang dari belakang dan pebalap Repsol Honda itu pula yang menabrak Rossi. Aksi Marquez itulah yang membuatnya dituding terlalu agresif dan ceroboh.
Perseteruan pun kembali ke permukaan. Rossi sudah terlanjur panas. Dia tak hanya menyebut Marquez sebagai pebalap yang tak punya nyali, tapi juga menyebutnya telah merusak olahraga MotoGP.
Marquez sendiri berkilah. Menurutnya, tak pernah ada kesengajaan untuk melakukan aksi agresif yang pada akhirnya membuat Rossi terjadi. Pertanyaan pun muncul: benarkah begitu?
Atau, jangan-jangan, Marquez sengaja melakukan hal itu untuk balas dendam kepada Rossi atas aksi yang terjadi pada tahun 2015 silam? Sebab, setelah GP Argentina kala itu, Marquez begitu kesal karena menganggap Rossi dengan sengaja menjatuhkannya.
