Menanti Tuah Stadion Akuatik GBK untuk Atlet-atlet Indonesia

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kolam renang venue akuatik di GBK (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kolam renang venue akuatik di GBK (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta, terus meningkatkan kualitas jelang menjadi venue utama Asian Games 2018. Salah satu venue, yakni Stadion Akuatik, juga baru diresmikan Sabtu (2/12) lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Stadion megah berstandar internasional itu pun akan menjadi rumah bagi empat cabang olahraga (cabor) di Asian Games, yakni renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik.

Tentunya, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) punya harapan besar dengan tampilnya wajah baru Stadion Akuatik GBK. Komentar pun diberikan oleh Ketua Umum PRSI, Anindya Bakrie.

Hadir dalam upacara pembukaan Indonesia Open Aquatic Championship 2017 yang merupakan test event Asian Games 2018, Anindya mengaku pihaknya berharap kolam di GBK bisa menjadi landasan lahirnya prestasi di bidang akuatik.

Suasana kolam renang venue akuatik di GBK (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kolam renang venue akuatik di GBK (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

"Tujuannya untuk Asian Games 2018. Prestasi Indonesia sendiri selama 28 tahun macet, sudah lama tidak dapat perunggu, perak, apalagi emas," ujar Anindya kepada awak media usai menghadiri upacara pembukaan, Selasa (5/12) malam WIB.

"Di sini kami berharap bisa pecah telor. Kandidat ada di depan mata lewat peraih emas SEA Games. PRSI juga berhadap ada kejutan lain," sambungnya.

Dalam upacara pembukaan itu, Anindya sendiri hadir menemani Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir, serta jajaran kabinet termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Namun, baik dalam sambutan maupun di hadapan awak media, hanya Anindya saja yang memberikan komentar terkait cabor akuatik.

"Semoga Agustus (2018) bisa membanggakan dan banyak rekor baru terpecah di sini. Ini adalah Asian Games, bicara akuatik ada empat cabor dan puluhan medali bisa diperebutkan," sambungnya.

Dalam upacara pembukaan itu, disuguhkan pula atraksi menarik bendera merah putih sepanjang kolam oleh 10 perenang nasional dan Masters, yakni Siman Sudartawa, Gagarin Yus, Randa, Sofie, Gadiza Volare, Anita Saparjiman, Susy Bratasena, Ariesto Priambodo, dan Reza Dharmawan.

Turnamen ini sendiri akan terus bergulir hingga 15 Desember 2017. Dengan test event ini, akuatik pun diharapkan bisa menyumbang banyak medali emas di Asian Games 2018 ke-18.