Mengapresiasi Aksi Ricciardo yang Berbuah Penalti 10 Detik

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daniel Ricciardo di sesi latihan bebas GP Bahrain 2019. Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani
zoom-in-whitePerbesar
Daniel Ricciardo di sesi latihan bebas GP Bahrain 2019. Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani

Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Begitulah prinsip yang dipegang oleh Daniel Ricciardo ketika mentas di balapan Formula 1 (F1) GP Prancis, Minggu (23/6/2019) malam WIB.

Start dari urutan kedelapan, pebalap Renault ini bersaing ketat dengan Kimi Raikkonen (Alfa Romeo), Lando Norris (McLaren), dan rekan satu timnya, Nico Hulkenberg, di barisan tengah pada lap terakhir.

Ricciardo yang ada di posisi sembilan terus mengincar dan menunggu waktu tepat untuk menyalip dua pebalap itu.

Lantaran dekatnya jarak antara empat pebalap, Ricciardo sempat keluar lintasan meski kemudian mampu kembali masuk trek dan merangsek ke posisi tujuh. Hingga melewati garis finis, pria berkebangsaan Australia tersebut mampu mempertahankan posisi ketujuh.

X post embed

Namun, pengawas balapan justru mengeluarkan keputusan dengan menjatuhkan penalti 10 detik kepada Ricciardo karena dianggap membahayakan pebalap lain. Lantaran hukuman itu, Ricciardo kudu menerima kenyataan cuma finis di posisi ke-11.

Keputusan FIA ini jelas bikin Ricciardo kecewa, tetapi ia menyebut tak menyesal melakukan overtaking di lap terakhir. Bagi sosok berusia 28 tahun itu, lebih baik bertaruh risiko ketika ada kesempatan menyalip daripada menyerah begitu saja dengan finis di posisi sembilan.

“Jelas sangat mengecewakan finis di luar 10 besar dan tak mendapatkan poin setelah mendapat penalti itu. Apalagi ini adalah balapan di rumah sendiri bagi tim saya. Apa yang terjadi di lap terakhir begitu menyenangkan. Kami bertarung dan menikmati itu,” kata Ricciardo dilansir Crash.

“Saya lebih memilih untuk mencoba menyalip daripada tidak berusaha sama sekali dan saya yakin para pendukung di Prancis juga penonton yang menyaksikan di rumah masing-masing sangat menikmati apa yang terjadi saat itu."

“Sangat disayangkan saya dijatuhi penalti untuk aksi tersebut, tapi saya lebih memilih untuk menyalip secepat saya bisa. Saya akui memang sedikit melakukan kesalahan karena mengerem terlalu cepat saat masuk ke tikungan," tambahnya.

X post embed

Apa yang dilakukan Ricciardo sebetulnya menjadi oase di balik keringnya persaingan di GP Prancis. Bukan tanpa pasal balapan di Sirkuit Paul Ricard bisa disebut membosankan, karena Lewis Hamilton keluar sebagai pemenang dengan jarak 18 detik dari Valtteri Bottas di posisi kedua.

Pembelaan untuk Ricciardo juga diberikan oleh Cryil Abiteboul selaku pemimpin tim Renault. Tapi secara keseluruhan, ia menilai bahwa timnya mesti melakukan perbaikan lebih intens untuk meningkatkan performa mobil.

“Penalti 10 detik yang diberikan kepada Ricciardo bikin dia tak mendapat poin. Ini mengecewakan karena itu merupakan titik paling mendebarkan dari balapan. Ada empat pebalap hebat bertarung dengan aman dan sengit di tikungan terakhir,” kata Abiteboul.

"Dengan semua tantangan untuk menyalip mobil di lintasan, itu adalah contoh bahwa kualifikasi adalah bagian yang menentukan di akhir pekan dan fokus kami adalah untuk meningkatkan performa mobil," tutupnya.