Mengenal Momo, Maskot Asian Para Games 2018

Pada 20 November 2017, Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games (INAPGOC) memperkenalkan maskot untuk Asian Para Games 2018. Namanya 'Momo', si elang bondol yang mengenakan sabuk Betawi.
Elang bondol sendiri mudah ditemukan di Kepulauan Seribu. Burung bernama latin haliastur indus itu mempunyai bulu putih di bagian kepala sampai dada yang sangat mencolok, sedangkan bagian tubuh lainnya diselimuti bulu berwarna coklat. Dengan begitu, elang bondol mudah untuk dikenali.
Jika di Indonesia elang bondol merupakan maskot untuk DKI Jakarta, tak demikian dengan negara lain yang menggambarkan elang bondol dalam wujud yang berbeda. Di India, misalnya, elang bondol dianggap sebagai gambaran burung suci Dewa Wisnu.
Ada beberapa latar belakang mengenai pemilihan elang bondol sebagai maskot untuk pesta olahraga atlet difabel se-Asia. Pertama, elang bondol merupakan maskot untuk tempat dilangsungkannya Asian Para Games 2018, yakni DKI Jakarta. Selain itu, elang bondol juga melambangkan kekuatan dan keberanian.
Dua hal yang disebut terakhir itu dinilai dapat mencerminkan slogan 'The Inspiring Spirit and Energy of Asia' yang digaungkan oleh INAPGOC. Slogan yang lahir dari nilai-nilai Paralympic yang bersangkut paut dengan determinasi, keberanian, kesetaraan, dan inspirasi.
Tak boleh dilupa, 'Momo' merupakan singkatan dari Motivasi dan Mobilitas. Artinya, setiap orang perlu untuk terus bergerak maju, dan dapat beradaptasi dengan dunia yang begitu cepat berubah. Setidaknya, itulah arti kata 'Momo' sebagaimana dilansir laman Asian Para Games 2018.
Begitu pula sabuk betawi yang melingkar di pinggang 'Momo' yang melambangkan kepahlawanan. Ya, tentu saja, atlet-atlet yang berlaga di Asian Para Games 2018 merupakan pahlawan bagi negara, bangsa, dan juga keluarga. Sebab, mereka berani mengekspos kelebihan di balik kekurangannya.
***
Sederet pesan yang tercantum dalam 'Momo' dapat merepresentasikan semangat dan nilai-nilai yang ingin didentumkan selama Asian Para Games 2018 berlangsung. Hebatnya, tak ada cela dan olok-olok ketika 'Momo' diperkenalkan. Berbeda dengan 'Drawa', maskot yang tadinya direncanakan bakal digunakan untuk Asian Games 2018, yang mengundang kontroversi dan cemooh sehingga harus diganti dengan Bhin-bhin, Atung, dan Kaka.
