Mengenang Posisi Pembalap Formula 1 Saat Terakhir Kali Balapan di Sepang

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Balapan Formula 1 Grand Prix Azerbaijan dimulai di Sirkuit Baku City. Foto: Jakub Porzycki/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Balapan Formula 1 Grand Prix Azerbaijan dimulai di Sirkuit Baku City. Foto: Jakub Porzycki/REUTERS

Formula 1 memindahkan penyelenggaraan Grand Prix Bahrain ke Sirkuit Internasional Sepang Malaysia pada musim balap kali ini. Keputusan unik ini membawa kembali memori balapan terakhir di sirkuit tersebut pada tahun 2017 ketika sebagian besar pembalap di grid saat ini bahkan belum memulai karier profesional mereka. Beberapa pembalap muda bahkan masih kanak-kanak saat Max Verstappen merebut kemenangan dramatis di atas aspal Malaysia sembilan tahun silam.

Kiprah Para Juara Dunia di Sepang

Lewis Hamilton datang kembali ke Malaysia sebagai pemilik tujuh gelar juara dunia setelah terakhir kali finis kedua di belakang Max Verstappen pada musim 2017. Pembalap veteran asal Inggris tersebut sempat merebut posisi start terdepan di Sepang dan berbagi rekor lima kali pole position bersama Michael Schumacher. Sementara itu, Max Verstappen baru menginjak usia 20 tahun saat memenangi balapan dominan di Sepang setelah menyalip Lewis Hamilton pada lap keempat.

Pembalap veteran lainnya seperti Fernando Alonso masih berjuang bersama tim McLaren Honda yang kurang kompetitif pada balapan sembilan tahun lalu. Pembalap asal Spanyol tersebut harus puas finis di luar zona poin pada posisi kesebelas akibat performa mobil yang tidak maksimal. Di sisi lain, Sergio Perez yang membela Force India berhasil tampil mengesankan dengan mengamankan finis di posisi keenam.

Perjalanan Pembalap Muda dari Kelas Junior

Charles Leclerc sedang mendominasi kejuaraan Formula 2 bersama Prema Racing ketika jet darat Formula 1 terakhir kali menderu di Malaysia. Pembalap asal Monako tersebut sempat merasakan sesi latihan bebas pertama bersama tim Sauber untuk menggantikan Marcus Ericsson. Hasil impresif pada sesi latihan tersebut membantu dirinya mengamankan tiket promosi ke kelas utama pada tahun berikutnya.

Kondisi serupa dialami oleh George Russell yang saat itu sedang bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara kategori GP3. George Russell berhasil mengunci gelar juara pada musim rookie tersebut sebelum akhirnya melakoni debut resmi di Formula 1 dua tahun kemudian. Rekan satu timnya saat ini, Kimi Antonelli, bahkan masih fokus pada kejuaraan gokart Eropa saat baru menginjak usia sebelas tahun.

Kisah Unik Pembalap Debutan dan Karting

Sebagian besar pembalap muda di grid saat ini masih berkompetisi di tingkat gokart nasional saat balapan Sepang 2017 berlangsung. Lando Norris baru saja bergabung dengan program pengembangan pembalap muda McLaren sambil menjuarai Formula 3 Eropa bersama tim Carlin. Sementara itu, Oscar Piastri berjuang keras di ajang Formula 4 Inggris sebelum akhirnya finis sebagai runner-up klasemen akhir.

Pembalap paling muda di grid saat ini seperti Arvid Lindblad baru berusia sembilan tahun dan berkompetisi di kelas kadet gokart Inggris. Gabriel Bortoleto juga baru menginjak usia dua belas tahun saat memutuskan pindah dari Brasil untuk mengejar karier balap di Eropa. Perjuangan masa kecil tersebut kini terbayar lunas setelah mereka berhasil menembus jajaran pembalap elite dunia.

Memori Debut dan Kegagalan Teknis

Balapan di Sepang pada tahun 2017 memberikan kenangan yang sangat kontras bagi Pierre Gasly dan Carlos Sainz. Pierre Gasly menjalani debut emosional di Formula 1 bersama Toro Rosso untuk menggantikan Daniil Kvyat dan berhasil finis di posisi ke-14. Sebaliknya, Carlos Sainz menderita kegagalan unit daya yang memaksa dirinya menyudahi balapan lebih cepat saat sedang berada di posisi ketujuh.

Pembalap berpengalaman Nico Hulkenberg yang kala itu membela Renault juga mengalami balapan sulit hingga harus finis di urutan ke-16. Hasil buruk tersebut menjadi catatan evaluasi berharga sebelum sang pembalap Jerman hijrah ke berbagai tim lain hingga saat ini. Kini seluruh pembalap bersiap menulis sejarah baru di sirkuit legendaris Asia Tenggara yang penuh tantangan teknis tersebut.