Mengintip Latihan Keras Khabib Nurmagomedov Jelang Hadapi Justin Gaethje

Mengemas 28 laga kemenangan bela diri campuran secara beruntun memang hebat. Terlebih, kalau dilakukan dengan hanya pernah kalah di satu ronde di seluruh laga tersebut.
Wajar jika persiapan juara kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov, pada akhirnya makin hebat. Masalahnya, ia mau memperpanjang rangkaian kemenangan tersebut jadi 29 kemenangan beruntun, sebelum melawan Georges St-Pierre pada partai pamungkasnya.
Oleh karena itu, petarung asal Dagestan, Rusia tersebut melakukan latihan yang tak biasa. Ia coba meningkatkan ketahanannya lewat latihan kardio dengan lari vertikal ke atas.
Khabib Nurmagomedov lalu mengunggah aksinya ke Instagram pribadinya. Dalam video itu, ia tampak sangat bersemangat dan sangat fokus dalam pelatihannya.
“Persiapan berlanjut, 54 hari sebelum laga. Jika tak ada yang dilakukan, berlarilah ke gunung. Menurut saya, hal tersebut akan membantu untuk memperbaiki pikiran dan energi. Jadi, sejujurnya, saya lari untukmu, untuk bebekmu, ingatkah?” tulis Khabib, seperti dikutip dari Essentially Sport.
Di saat pandemi seperti ini tentu harus ada latihan di luar ruangan untuk sementara waktu. Latihan tersebut jadi alternatif utama dari treadmill yang digunakan untuk mengurangi berat badan petarung.
Khabib sendiri menggunakan gaya bertarung di lantai yang sebagian besar dipengaruhi oleh olahraga gulat, sambo, dan judo. Oleh karena itu, ‘Sang Elang’, julukannya, menggunakan latihan seperti itu sehingga tampak tak pernah kehabisan napas, meski kerap kali membuat capek lawannya.
Selain itu, bulan September ini akan jadi setahun setelah ia terakhir kali bertarung. Wajar bila ia bisa menjadi agak ‘karatan’ setelah naik oktagon lawan Dustin Poirier setahun silam.
Pada laga bertajuk UFC 242 tersebut, ‘Sang Berlian’, julukan Poirier sempat berhasil mengunci Khabib via guillotine choke. Hal ini akan jadi tantangan bagi Khabib di laga melawan Gaethje, yang selain jago bertarung berdiri juga bisa bertarung di lantai.
Terlebih, Gaethje sendiri selama berkuliah di University of Northern Colorado merupakan pegulat elite. Petarung berjuluk the Highlight tersebut selama berkuliah turun di kelas 157 pon (71 kg) dan kelas 149 pon (67 kg) dehngan berhasil masuk kategori All-American dengan rekor 17-8.
Dengan catatan seperti itu, Gaethje tentunya akan jadi jadi lawan yang merepotkan untuk Khabib di UFC 254 mendatang. Oleh karena itu, laga ini patut ditunggu oleh para pecinta olahraga bela diri.
Bagaimanakah laga antar dua petarung terbaik di kelas ringan UFC berlangsung? Sebagai penonton, semua orang hanya bisa bersabar hingga 25 Oktober mendatang.
Penulis: FM Aditomo.
