Mengulas Versi Lain dari Lagu 'Meraih Bintang'-nya Via Vallen

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asian Games 2018. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Asian Games 2018. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Memang bukan suatu fenomena yang baru dalam industri musik ketika hadir ragam versi bahasa seiring popularitas suatu lagu. Namun, proses mengalihbahasakan suatu lagu tak semudah melakukan copy-paste lirik asli ke Google Translate, lalu menunjuk label rekaman plus seorang penyanyi populer dalam proses rekaman lagu.

Nyatanya, sang pengalihbahasa lagu harus bekerja sama kerasnya sepert seorang penulis lagu dalam proses kreatif ini. Dia harus berpikir sampai di level mana modifikasi musik bisa dilakukan. Hal ini dilakukan agar lirik yang sudah dialihbahasakan tidak merusak irama lagu ataupun tak mengubah arti lagu.

Hal ini, jelas tidak diragukan lagi, merupakan tantangan yang dihadapi ragam musisi dari berbagai negara dalam gelaran Asian Games 2018. Ada begitu banyak musisi yang memutuskan untuk membuat lagu resmi Asian Games edisi Jakarta dan Palembang, “Meraih Bintang” dari Via Vallen, ke dalam bahasa mereka.

“Meraih Bintang” sendiri merupakan lagu yang dapat dikategorikan bagus sebagai lagu olahraga multievent terbesar di Asia. Dan ada beberapa alasan kenapa bisa dibilang begitu.

Nada lagu ini asyik untuk membuat seseorang berdiri dan berjoget. Logat dangdut Via Vallen dalam menyanyikan lagu ini juga membuat lagu ini terasa sungguh Indonesia. Plus, hook “yo, yo ayo” yang sederhana tapi ngena adalah alasan pelengkap kenapa lagu ini benar-benar ear-catchy.

Lantas, apakah lagu-lagu “Meraih Bintang” dalam versi bahasa lain memiliki elemen tersebut? Demi merayakan Asian Games edisi Jakarta dan Palembang yang sudah di depan mata, kumparanSPORT akan membahasnya.

Versi Bahasa Arab

embed from external kumparan

Untuk lagu “Meraih Bintang” versi Bahasa Arab, Aseel Omran ditunjuk menjadi penyanyinya. Keputusan yang tepat. Pasalnya, popularitas penyanyi asal Arab Saudi ini sudah menyebar hingga hampir ke seluruh negeri di Timur Tengah seiring dengan kualitas vokalnya yang bagus.

Di sisi lain, menyanyikan versi Bahasa Arab suatu lagu bukan suatu hal yang asing bagi penyanyi perempuan berusia 28 tahun itu. Tak lama ini, Aseel sempat bekerja sama dengan Coca-Cola untuk merilis lagu “Colours”-nya Jason Derulo ke dalam Bahasa Arab.

Dua kombinasi inilah yang membuat lagu “Meraih Bintang” versi Bahasa Arab terasa sangat khas. Keputusan Aseel mempertahankan logat Arab dalam menyanyikan lirik lagu ini patut dipuji karena memberikan nuansa baru.

Hadirnya bunyi alat musik khas Timur Tengah macam gambus untuk melengkapi beat lagu dalam versi asli membuat lagu ini jauh dari kesan dibuat dengan malas-malasan. Plus, keputusan untuk tetap mempertahankan hookyo, yo ayo” dalam versi ini melengkapi kesempurnaan lagu ini. Nilai: 9/10

Versi Bahasa India

embed from external kumparan

Siddarth Slathia ditunjuk untuk menggubah “Meraih Bintang” ke dalam versi India. Siddarth sendiri bukan orang sembarangan dalam industri musik India. Sosok berusia 27 tahun ini dikenal sebagai penulis lagu, penyanyi, sekaligus komposer yang beken di YouTube-nya India. Tercatat, sudah ada 1,2 juta orang berlangganan kanal YouTube pribadinya.

Di tangan Siddarth, lagu ini mengalami perombakan drastis. Keputusan untuk bereksperimen dalam lagu ini bisa dibilang berhasil, dalam sebagian besar hal.

Mulai dari penggunaan future bass yang membuat nada lagu ini terasa agak mirip dengan lagu “Lean On” dari Major Lazer dan DJ Snake, yang juga terinspirasi dari kultur India. Hingga keputusan Siddarth untuk menyanyikan lirik lagunya dalam aksen India membuat lagu ini tetap terasa ke-India-annya.

Sayangnya, hook “yo, yo ayo” dalam lagu ini dihilangkan. Celakanya lagi, Siddarth tak berpikir bagaimana mengganti hook tersebut dengan kata-kata sederhana yang mudah diingat. Ya, jadinya, eksperimen Siddarth kami rasa masih belum betul-betul sempurna. Nilai: 8/10

Versi Inggris-Thailand

embed from external kumparan

Jika dibandingkan dengan versi yang sudah kami bahas sebelumnya, “Meraih Bintang” versi Bahasa Inggris-Thailand yang dinyanyikan oleh Jannine Weigel terasa seperti versi downgrade. Karena lagu ini, sejujurnya, terasa sangat membingungkan.

Utamanya dalam unsur nada yang membuat Weigel terasa seperti cuma melakukan karaoke di kamarnya lalu mengunggah lagu ini ke internet. Alias terasa hambar. Keputusan untuk menulis sebagian besar lirik lagu ini dalam Bahasa Inggris dan sisanya, yang sangat sedikit itu, dalam Bahasa Thailand juga bisa dibilang blunder.

Ketika lagu ini ke fase ganti lirik dari Bahasa Inggris ke Thailand, kami kaget. Tapi, bukan arti yang positif. Kami kaget dan berguman dalam hati, “lah, kok lagunya jadi begini, sih?”

Padahal, Jannine Weigel punya kualitas suara yang bagus dalam lagu ini. Ketika dia menyanyikan lirik dalam Bahasa Inggris, suaranya terasa seperti Lauren Mayberry dan Chvrches. Ketika menyanyikan lirik lagu dalam Bahasa Thailand pun suaranya juga lumayan. Sia-sia sekali. Nilai: 5/10

Versi Inggris-Mandarin

embed from external kumparan

Setelah mendengarkan lagu “Meraih Bintang” versi Bahasa Inggris-Mandarin yang dinyanyikan Jason Chen, kami menarik kesimpulan bahwa kualitas lagu ini cuma satu tingkat lebih baik daripada versi Weigel. Karena hampir seluruh kesalahan yang dilakukan dalam versi Weigel juga ada di sini.

Keputusan untuk menyanyikan lagu ini menggunakan beat versi aslinya adalah hal yang paling mengganggu kami dalam menikmati lagu ini. Sehingga, jika mendengar dari awal, Anda mungkin akan merasa bahwa lagu ini merupakan lagu yang dinyanyikan oleh Via Vallen.

Berita baiknya, porsi untuk Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin berimbang dalam lagu ini. Sekitar 50% ditulis dalam Bahasa Inggris, sementara sisanya ditulis dalam Bahasa Mandarin. Ya, sedikit-sedikit, adalah nuansa ‘Negeri Tirai Bambu’-nya, lah. Nilai: 5,5/10

Versi Korea

embed from external kumparan

Akhirnya, kekecewaan kami terobati melalui lagu “Meraih Bintang” versi Korea yang dinyanyikan oleh Kim Ji Hoon. Tak mengherankan, karena Ji Hoon sering menciptakan versi Korea untuk lagu-lagu Indonesia yang populer.

Untuk beat, Ji Hoon menghilangkan nuansa khas pop elektro, dan menggantikannya dengan permainan gitar yang upbeat dan tabuhan drum yang cepat sehingga terasa seperti lagu pop-punk. Hasilnya? Lagu ini terasa segar sekali.

Di sisi lain, cara Ji Hoon menyanyikan lagu ini adalah hal yang tak kalah menyenangkannya untuk diamati. Sebagian besar lirik lagu ini menggunakan Bahasa Korea, dan Ji Hoon berhasil menemukan nada yang selaras dengan beat-nya.

Ketika lagu ini memasuki fase transisi ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya pun, Ji Hoon tak terasa memaksakan diri. Ketika Ji Hoon pindah dari hook “yo, yo ayo” ke lirik Bahasa Korea, semua terasa pas. Lagu ini, tak diragukan lagi, berhasil menangkap semangat Asian Games 2018. Nilai: 8/10