Menkes Singgung Kematian Zhang Zhi Jie: Bisa Selamat Jika Ditangani Cepat

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkes Budi Gunadi Sadikin di acara Raker Kemenkes di ICE BSD, Rabu (24/4/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin di acara Raker Kemenkes di ICE BSD, Rabu (24/4/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Kematian pebulu tangkis muda China, Zhang Zhi Jie, telah menjadi perhatian publik luas. Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, bahkan juga menyinggung tragedi tersebut saat rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR RI pada Rabu (3/7).

Zhang Zhi Jie meninggal usai pingsan di atas lapangan dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2024 di Yogyakarta, Minggu (1/7). Zhang pingsan di atas lapangan saat bermain melawan wakil Jepang, Kazum Kawamo.

Usai menerima servis, pebulu tangkis 17 tahun itu lalu tersungkur dan kejang-kejang. Pada akhirnya, ia dinyatakan meninggal usai sempat dilarikan ke rumah sakit. Menkes mengatakan, Zhang bisa selamat jika pertolongan medis lebih cepat.

Kalau orang kena serangan jantung, seperti yang main badminton kemarin itu [Zhang Zhi Jie], itu kalau bisa ditangani dengan cepat di bawah 4,5 jam, dia survive," kata Menkes saat raker dengan DPR RI, Rabu (3/7).

Pebulu Tangkis China Zhang Zhi Jie. Foto: Instagram/@badmintonasia.official

Menkes sebenarnya tidak secara khusus membahas Zhang Zhi Jie. Ia sedang membahas kekurangan infrastruktur kesehatan di Indonesia, wabil khusus alat katerisasi jantung yang dinilainya sangat penting untuk menyelamatkan banyak nyawa. Pada awal ia menjabat, hanya 44 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki alat katerisasi jantung.

Adapun regulasi medis BWF memang tengah menjadi sorotan. Menurut statuta BWF nomor 3.6, tugas dokter dalam turnamen bulu tangkis ialah melakukan pemeriksaan dan menentukan kelanjutan permainan sendiri.

“Memeriksa pemain cedera dan dengan cepat menentukan apakah hal itu disarankan secara medis agar pemain dapat terus bermain atau tidak,” bunyi statuta BWF.

Kendala lainnya adalah lambatnya tim dokter masuk ke lapangan. Sebab, dokter harus masuk sesuai dengan arahan wasit. Jadi, wasit harus memastikan dokter turnamen bertindak di bawah arahannya. Jika dipanggil ke lapangan, peran dokter memberi tahu pemain mengenai parahnya cedera.

Ke depan, BWF mengaku akan meninjau ulang aspek medis. Ada kemungkinan perubahan aturan ke depannya.