Menpora Sesalkan Batalnya World Beach Games di Bali

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menpora Dito Ariotedjo tiba untuk diperiksa terkait kasus korupsi BTS Kominfo, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (3/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menpora Dito Ariotedjo tiba untuk diperiksa terkait kasus korupsi BTS Kominfo, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (3/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyesalkan batalnya Bali menjadi tuan rumah World Beach Games. Ia menilai ajang tersebut berpotensi untuk membawa dampak baik bagi Indonesia.

Dito Ariotedjo mengatakan bahwa World Beach Games berpotensi untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Apalagi, Bali tengah berusaha untuk bangkit dari segi pariwisata setelah 'dihajar' pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

''Pemerintah turut menyesalkan pembatalan ANOC World Beach Games yang sejatinya mampu meningkatkan gairah ekonomi lokal usai pandemi Covid-19,'' kata Dito kepada kumparan, Rabu (5/7).

''Event internasional sebesar World Beach Games, walau bukan kalender resmi IOC seperti Olimpiade, dan baru kedua kali dilaksanakan oleh anggota-anggota ANOC, diyakini bagus untuk Indonesia dari sisi sport tourism,'' lanjutnya.

Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo memakaikan jaket kepada Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan pertemuan terkait rencana penyelenggaraan The Association of National Olympic Committees (ANOC) World Beach Games 2023 di Denpasar, Bali. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Pada Selasa (5/7), Bali diputuskan batal menjadi tuan rumah ajang tersebut. Keputusan itu ambil karena pemerintah dikatakan tidak memberikan kucuran dana.

“KOI menyatakan keputusan itu diambil setelah anggaran tidak dikeluarkan oleh Pemerintah negara,” bunyi pernyataan ANOC di situs resminya.

“ANOC tak dapat menemukan tuan rumah alternatif sehingga tidak ada pilihan selain membatalkan World Beach Games tahun ini,” lanjut pernyataan tersebut.

kumparan post embed