Merasa Kurang Kompetitif, Universitas Riau Kejar Lawan Kuat sampai Jakarta
·waktu baca 2 menit

Ribuan kilometer bukan halangan bagi tim basket putra Universitas Riau (Unri) untuk berkompetisi di Campus League Basket Regional Jakarta. Di balik perjalanan jauh itu ada alasan sederhana namun kuat, yakni kompetisi di Pekanbaru sudah terasa terlalu mudah.
Kapten Unri, Fazle Mawla Pasha Pahlefi, mengungkapkan bahwa skena basket antar-kampus di Riau terbilang stagnan. Dalam setahun, turnamen yang tersedia paling banyak hanya empat hingga lima kejuaraan, dengan peserta yang itu-itu saja.
"Yang final selalu ketemu Unri dan UIR (Universitas Islam Riau) terus. Makanya kami mau mencoba yang levelnya lebih, kami mencoba datang ke Jakarta buat nambah pengalaman," tutur Fazle kepada Campus Sport Indonesia di UPH Sports Center, Tangerang, Senin (25/5).
Di Sumatera, tim basket Unri bukanlah tim sembarangan. Mahasiswa semester 6 Hubungan Internasional itu mengakui bahwa timnya termasuk salah satu yang terkuat di Riau dan kerap menjuarai turnamen lokal, termasuk kompetisi di Palembang pada 2025 lalu. Dominasi itulah yang bikin mereka lapar tantangan lebih.
Di Campus League, Unri berpotensi bertemu dengan lawan-lawan besar seperti Perbanas, Universitas Pelita Harapan (UPH), hingga Universitas Bina Nusantara. Namun, alih-alih gentar, Fazle justru antusias. Melihat tim-tim sekaliber itu justru menjadi daya tarik tersendiri dan jadi kesempatan langka untuk mengukur diri sekaligus menyerap ilmu dari pemain yang levelnya jauh di atas rata-rata kompetisi daerah.
Sayangnya, persiapan Universitas Riau jelang Campus League Basket Jakarta ini terbilang singkat. Latihan dilakukan sekitar dua sampai tiga bulan.
Fokus latihan diarahkan dari nol: mulai dari membangun sistem pertahanan, lalu serangan, hingga pola tim. Dengan komposisi pemain yang mayoritas masih baru, pelatih memilih membangun fondasi terlebih dahulu sebelum masuk ke strategi yang lebih kompleks.
Menyoal target, Fazle realistis. Baginya, yang penting Unri bisa memenangi satu atau dua laga dan lolos ke babak selanjutnya.
"Yang penting kita mainnya bagus, pinter, dan nothing to lose. Biar Tuhan yang menyelesaikan semuanya," pungkas Fazle.
Semoga sukses, Unri!
