Merintis Mimpi Jadi Atlet di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum di Kota Kudus, Jawa Tengah, Kamis (06/09/2018). (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum di Kota Kudus, Jawa Tengah, Kamis (06/09/2018). (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)

Antusiasme anak-anak Indonesia untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 sangat tinggi. Hal ini terlihat dari capaian jumlah peserta yang mendaftar. Tercatat 5.975 peserta mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Jumlah ini lebih banyak dibanding sebelumnya yang “hanya” 4.058 peserta.

Bukan tanpa alasan mengapa gelaran Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis setiap tahunnya selalu diminati. Selain memang sudah terkenal sebagai klub yang sukses mencetak bintang dunia, PB Djarum juga menawarkan fasilitas kelas satu yang bisa dinikmati untuk para atletnya. Inilah alasan mengapa dari tahun ke tahun PB Djarum selalu sukses membidik pebulu tangkis potensial.

Namun bukan perkara yang mudah untuk merintis mimpi menjadi atlet lewat PB Djarum. Hal ini pun dirasakan oleh empat atlet yang berhasil mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 kategori U-13 dan kini berada di mes PB Djarum di Kudus untuk ditempa menjadi bintang dunia.

Bagaimana kisah perjuangan mereka untuk bisa bergabung dengan PB Djarum lewat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis?

Nadia Pritasari

com-Nadia Pritasari  (Foto: PB Djarum)
zoom-in-whitePerbesar
com-Nadia Pritasari (Foto: PB Djarum)

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 menjadi kali ketiga bagi Nadia. Tahun 2016 lalu, Nadia mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis di Banjarmasin. Namun keberuntungan saat itu tidak memihak pada bocah asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini. Ketika itu, Nadia harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya masih belum bisa bergabung bersama PB Djarum. Ia gagal mencapai tahap karantina.

"Sempet kecewa waktu itu, tapi aku terus latihan dan latihan supaya aku bisa lolos Audisi," kata Nadia saat dihubungi kumparan (kumparan.com).

Demi mengejar mimpi di dunia bulutangkis, Nadia bahkan sampai rela untuk tinggal jauh dari orang tuanya di usia yang sangat belia. Jauh sebelum merintis usahanya untuk bergabung dengan PB Djarum, atlet muda kelahiran 5 Februari 2007 ini memilih untuk tinggal dan berlatih bulu tangkis di Semarang. Bagi Nadia tidak ada hal yang mustahil jika kita benar-benar serius untuk menggapai mimpi.

Usahanya pun tidak sia-sia, atlet yang sudah mencintai bulu tangkis sejak usianya delapan tahun ini akhirnya lolos Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018.

"Sebenarnya (setelah) lolos audisi enggak bisa leha-leha. Soalnya ini adalah awal untuk bisa masuk Pelatnas, supaya mama bangga sama aku," lanjut Nadia.

Bryan Dave Limbowo

com-Bryan Dave Limbowo  (Foto: PB Djarum)
zoom-in-whitePerbesar
com-Bryan Dave Limbowo (Foto: PB Djarum)

Seperti Nadia, langkah Bryan Dave Limbowo menuju pintu gerbang PB Djarum juga tidak mudah.

"Sebelum lolos di audisi tahun ini (2018), aku dua kali gagal di audisi tahun 2016 dan 2017," kata atlet U-13 PB Djarum asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah itu saat dihubungi kumparan (kumparan.com).

Diakui Bryan, faktor kesuksesannya bisa lolos audisi tahun ini berkat kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan untuknya.

"Audisi sebelumnya, papa dan mama enggak bisa ikut. Pas audisi tahun ini mereka dampingi aku audisi dan lulus," lanjut Bryan.

Bryan dinyatakan lolos berdasarkan keputusan para pelatih PB Djarum Kudus yang merasa puas dengan kemampuan Bryan dan semangat yang dimilikinya.

Devin Artha Wahyudi

com-Devin Artha Wahyudi  (Foto: PB Djarum)
zoom-in-whitePerbesar
com-Devin Artha Wahyudi (Foto: PB Djarum)

Dalam banyak kasus, kegagalan hanyalah satu sandungan dalam perjalanan menuju keberhasilan. Kegagalan jugalah yang menjadi tangga untuk Devin Artha Wahyudi menuju kesuksesan. Gagal lolos di audisi sebelumnya justru membuat Devin semakin semangat mengejar mimpinya menjadi atlet.

Meski sempat gagal di tahap terakhir yaitu karantina pada Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis di kota Pekanbaru tahun lalu, Devin mengaku dirinya justru semakin semangat untuk terus berlatih.

"Tahun lalu sudah tahap karantina, tapi gagal. Tapi sejak audisi itu saya justru semakin semangat untuk terus belajar dan latihan bulu tangkis," ujar Devin.

Atlet U-13 PB Djarum ini mengaku ingin bisa bergabung bersama PB Djarum untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain dunia. Baginya, PB Djarum adalah pintu gerbang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pemain dunia.

"Saya suka bulu tangkis sejak usia empat tahun. Sering nonton pertandingan, dari situ saya ingin banget jadi atlet bulu tangkis, makanya saya pilih PB Djarum yang sudah terkenal mencetak atlet-atlet jebolan kebangaan Indonesia," lanjut Devin.

Delvi Tasya Subrata

com-Delvi Tasya Subrata (Foto: PB Djarum)
zoom-in-whitePerbesar
com-Delvi Tasya Subrata (Foto: PB Djarum)

Jika Nadia, Devin, dan Bryan harus berjuang berkali-kali untuk mendapatkan tiket Djarum Beasiswa Bulutangkis, nasib berbeda dialami Delvi Tasya Subrata, yang uniknya, merupakan anak dari seorang penjaga kolam renang Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung. Ia berhasil langsung lolos audisi lewat kesempatan pertamanya.

"Senang karena aku emang pengen banget jadi atlet PB Djarum dan enggak nyangka juga bisa lolos karena ini pertama kali aku ikutan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis," kata Delvi saat dihubungi kumparan melalui sambungan telepon.

Atlet yang mengidolakan pebulutangkis tunggal putri asal Thailand, Ratchanok Intanon, itu mengaku kunci keberhasilannya adalah bermain tenang dan dukungan ayah dan ibunya.

Delvi pun mengungkapkan bahwa keinginannya untuk bergabung dengan PB Djarum tidak lepas dari impiannya untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya.

"Saya ingin masuk PB Djarum karena ingin membahagiakan kedua orang tua, terutama ayah," tutup Delvi.

Melihat semangat dan keinginan kuat keempat atlet muda baru PB Djarum ini, menjadi sangat wajar rasanya jika jumlah peserta gelaran Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis setiap tahunnya selalu membludak.

Seperti cerita tiga dari empat anak di atas, para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis setiap tahunnya bukan saja mereka yang baru pertama kali melakoninya, namun juga mereka yang masih memiliki niat yang kuat untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, yang merupakan salah satu klub bulu tangkis terelit di negeri ini.

Dan cerita Nadia, Bryan, Devin, maupun Delvi membuktikan: usaha keras dan keinginan kuat mereka tidak akan membohongi. Tentunya, ini menjadi sebuah pembelajaran juga bagi para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang masih belum beruntung untuk berhasil lolos.