Misi Besar Flandy Limpele di PBSI: Loloskan 2 Ganda Campuran Ke Olimpiade 2024
·waktu baca 3 menit

Flandy Limpele diamanatkan misi besar setelah resmi bergabung dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Ia diminta untuk meloloskan dua wakil ganda campuran ke Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.
Flandy resmi diumumkan sebagai salah satu pelatih baru di PBSI bersama Namrih Suroto pada Senin (28/3). Khusus Flandy, eks mitra Eng Hian dan Vita Marissa itu ditugaskan membantu tim ganda campuran.
“Saya juga berharap, Flandy bisa membantu Nova [Widianto, pelatih ganda campuran PBSI] meloloskan dua wakil ganda campuran ke Olimpiade Paris 2024,” ungkap Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI kepada Tim Humas dan Media PP PBSI, dalam keterangan resmi.
“Flandy dipilih karena sebagai pelatih dia sangat berpengalaman, track record-nya cukup baik dan sangat disiplin serta punya komitmen. Dia juga di Olimpiade Tokyo 2020 kemarin berhasil membawa ganda putra Malaysia [Aaron Chia/Soh Wooi Yik] meraih medali perunggu. Sebagai pemain, dia juga sangat berprestasi di dua nomor,” kata Rionny.
Sebelumnya, Flandy bekerja untuk Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) sejak 2020. Ia berhasil mengantarkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.
Catatan mentereng dan juga pengalaman sebagai pelatih maupun atlet menjadi alasan PBSI untuk merekrut Flandy Limpele. Ia pernah bersama Eng Hian merebut perunggu ganda putra Olimpiade Athena 2004.
Sementara di ganda campuran, Flandy bersama Vita Marissa pernah menduduki peringkat keempat atau semifinalis di Olimpiade Beijing 2008. Berbekal pengalaman itulah, Rionny berharap Flandy bisa memoles atlet bulu tangkis Indonesia, terutama untuk bisa berprestasi di Olimpiade.
Terakhir kali, prestasi terbaik ganda campuran bulu tangkis Indonesia di Olimpiade adalah meraih emas pada 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Mereka adalah Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad.
Untuk sektor ganda campuran, para pebulu tangkis pelatnas PBSI sekarang memang harus kerja ekstra. Apalagi, skuad utama yang terdiri dari 11 pemain ini berisikan pemain muda yang berusia 20-24 tahun.
Sementara untuk ranking, peringkat tertinggi sekarang dipegang oleh pasangan Rinov Rivaldi/Pitha Haningtyas Mentari di posisi nomor 23 dunia, disusul Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso di posisi 30 dunia, lalu ada Rehan Naufal Kusharianto/Lisa Ayu Kusumawati di ranking 55 dunia.
Selain mereka, pasangan Zacharia Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela ada di ranking 83 dunia. Pasangan baru Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow yang belum memiliki ranking akan melangsungkan debut di Orleans Masters 2022 mulai selasa (29/3)
Ada lagi satu atlet lainnya, yakni Indah Cahya Sari Jamil yang belum juga mendapatkan rekan. Ia baru saja dipisah dengan pasangannya, Teges Satriaji Cahyo Hutomo, yang berpindah ke sektor ganda putra.
Penulis: Muhamad Sayefullah
