Momen Langka Khabib Nurmagomedov: Ketika Ia Kalah & Menangis

Khabib Nurmagomedov adalah nama pertama yang akan muncul di kepala jika ada yang bertanya siapa petarung MMA terbaik saat ini. Presiden UFC, Dana White, juga setuju dengan hal itu.
Meskipun Khabib kini telah menggantung sarung tinjunya, tidak akan ada yang bisa melupakan apa yang telah dicapai pria asal Dagestan itu. Ya, rekor tak terkalahkan 29-0 miliknya.
Pertarungan terakhir Khabib terjadi kala melawan Justin Gaethje di UFC 254, Oktober 2020. Sesaat setelah mengunci kemenangan, The Eagle langsung mengumumkan pensiunnya.
Khabib telah melakukan 29 pertarungan profesional dan belum menelan kekalahan sekalipun, itulah mengapa petarung asal Rusia ini dianggap salah satu yang terbaik di MMA.
Kendati demikian, Khabib juga seorang manusia. Dia bukan raja terakhir di dalam video gim yang sulit ditaklukkan. Seseorang pernah mengalahkan sosok ini.
Kembali agak jauh ke tahun 2003, ketika Khabib yang masih seorang remaja 17 tahun berlaga di final ajang Russian Combat Sambo. Kala itu, ia melawan Magomed Ibragimov.
Itu adalah pertarungan dua 'anak ajaib'. Khabib yang telah mempelajari seni bela diri Judo dan Sambo pada usia 15 tahun memberikan perlawanan sengit.
Selama delapan menit pertarungan, keduanya saling berbagi pukulan, tendangan, dan kuncian. Di satu waktu Khabib yang dibanting, di lain waktu Ibragimov yang harus berdiri dengan lutut.
Pertandingan berakhir, wasit mengumumkan pemenang di duel itu dengan mengangkat tangan Ibragimov. Khabib yang menerima kekalahan pertamanya langsung tersungkur, tak kuasa menahan air mata, dan menangis sejadi-jadinya.
Lawannya, yang kemudian menjadi peraih medali perunggu di Olimpiade 2016 dan Asian Games 2018, berusaha meredakan emosi Khabib dan memberikan pelukan untuk menenangkannya.
Tampaknya, satu kekalahan sudah cukup bagi Khabib. Selanjutnya, dia moncer di karier MMA profesionalnya dan justru mendominasi UFC selama bertahun-tahun.
Tidak mengherankan jika Dana White berusaha mati-matian untuk membujuk petarung tersebut kembali ke octagon dan menggenapkan rekornya menjadi 30-0.
